PDIP

Bu Mega, Filosofi Diam Dan Gusti Ora Sare

Ilustrasi

Kaum Islamis, tokoh, politisi muslim ekstrem menuduh Bu Mega anti Islam. Tuduhan bodong. Mereka tidak tau, Bu Mega lah yang berani menolak perintah ekstradisi Abu Bakar Baasyir oleh G.Bush, Presiden AS. Coba beliau tak bernyali, ABB pasti hidup merana di extra security penjara, Guantanamo. Pun, Bu Mega pula yang bernyali menolak tangan politik Indonesia berdarah dalam koalisi busuk menghancurkan negeri Irak. "No, Mr.Presiden, Irak is Moslem country", tolaknya.

Jokowi Boneka Megawati?

Ilustrasi

Ex HTI tak peduli lagi dengan kualitas keIslaman Prabowo yang ala kadarnya itu, tapi lebih cenderung ingin menunggangi Prabowo untuk kepentingan mereka yang lebih besar, yaitu mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah yang mereka impikan. Itulah sebabnya mereka tutup mata dengan segala ketelanjangan dan kepolosan Prabowo dalam berIslam, karena ex HTI butuh tunggangan untuk mewujudkan mimpinya. Prabowo adalah kendaraan mereka. Prabowo cuma bonekanya HTI.

Jokowi VS (dan?) Fundalisme

Ilustrasi

Opinion formation akan berlangsung jauh lebih cepat jika gerakan ini memiliki beberapa super agent. Mengalirkan status, ciapan, celoteh, rekaman video, para super agent ke timeline calon agen adalah cara terampuh untuk memendek waktu pertumbuhan. Dengan itu pesan yang dialirkan bisa bernarasi terbuka, langsung ke tujuan, dan dengan cepat membangun keserempakan.

PKS Gurem 2019 Tinggal Tunggu Waktu

Ilustrasi
3. Jadi kasus korupsi itu unzur penunjang, bukan utama. Walau secara fakta PKS menghasilkan koruptor tidak sebanyak PDIP misalnya, namun yang membikin "bobotnya" besar adalah karena PKS mengklaim sebagai partai dakwah dan partai Islam. Hal ini beda jika suatu partai yang tidak membawa-bawa istilah suci dakwah dan nama luhur Islam, apalagi mengklaim partai Allah. 
 

Kepala Daerah PKS Minim Korupsi, Karena Banyak Tidak Terpilih

Ilustrasi

Kenapa Anda tidak membuat grafik KEPALA DAERAH BERPRESTASI DALAM 15 TAHUN?

Niscaya karena Anda memang bias dan culas

Tak kasih tau lagi ya.. sejak era pilkada langsung tahun 2005, dari 35 daerah tingkat 2 di Jateng, hampir selalu 65% kepala daerahnya adalah kader PDIP atau diusung PDIP

Pages