PDIP

Jalan Panjang PDIP Mengawal Pancasila dan NKRI

Tahun 2004 Mega kalah dalam Pemilu. Partai Demokrat yang baru berdiri langsung jadi pemenang Pemilu. Pada saat itu Mega sangat kecewa dengan SBY. Itu ada alasan. Karena SBY menggunakan politisasi agama untuk mengalahkan PDIP. SBY sangat paham soal kelemahan PDIP ini. Karena hubungan pribadi antara keluarga Ibu Ani dengan keluarga IBu Mega sangat dekat. Ajudan pribadi Ibu Mega adalah adik Ibu Anie. SBY mendapat jabatan strategis sebagai meteri dan terakhir sebagai Menko Polkam. Dapat anugrah  bintang 4. Itu artinya Ibu Mega sangat percaya dengan SBY.

Penjelasan PDIP Soal Trisila dan Ekasila dalam Visi Misi Partai

Wakil Ketua MPR itu kemudian memberikan penjelasan mengenai ideologi dan azas PDIP. Ia menegaskan ideologi partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah Pancasila.

"Azas partai adalah Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia sesuai dengan jiwa dan semangat kelahirannya pada 1 Juni 1945," jelas Basarah.

Berikut penjelasan lengkap Ahmad Basarah terkait Ideologi PDIP:

Hasto Wardoyo, Menunggu Kiprahnya Di Level Nasional

ilustrasi

Berbagai penghargaan diterimanya, termasuk ia berbicara di PBB sebagai salah satu pemimpin daerah yang penuh inovasi. Ia tak hanya kebanggaan warga Kulonprogro, tetapi juga warga DIY. Ia representasi keberhasilan desentralisasi pemerintahan, yang mungkin tak banyak dijumpai di daerah lain.

Bu Mega, Filosofi Diam Dan Gusti Ora Sare

Ilustrasi

Kaum Islamis, tokoh, politisi muslim ekstrem menuduh Bu Mega anti Islam. Tuduhan bodong. Mereka tidak tau, Bu Mega lah yang berani menolak perintah ekstradisi Abu Bakar Baasyir oleh G.Bush, Presiden AS. Coba beliau tak bernyali, ABB pasti hidup merana di extra security penjara, Guantanamo. Pun, Bu Mega pula yang bernyali menolak tangan politik Indonesia berdarah dalam koalisi busuk menghancurkan negeri Irak. "No, Mr.Presiden, Irak is Moslem country", tolaknya.

Jokowi Boneka Megawati?

Ilustrasi

Ex HTI tak peduli lagi dengan kualitas keIslaman Prabowo yang ala kadarnya itu, tapi lebih cenderung ingin menunggangi Prabowo untuk kepentingan mereka yang lebih besar, yaitu mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah yang mereka impikan. Itulah sebabnya mereka tutup mata dengan segala ketelanjangan dan kepolosan Prabowo dalam berIslam, karena ex HTI butuh tunggangan untuk mewujudkan mimpinya. Prabowo adalah kendaraan mereka. Prabowo cuma bonekanya HTI.

Pages