Partai Demokrat

Perang Ala SBY

Ilustrasi

Ada dua peristiwa diakhir tahun ini yang menurut saya ada (bisa) yang menyebabkan SBY menjadi terusik. Yang pertama, kasus tercecernya e-KTP invalid. Banyak yang menduga dan mengaitkan dengan skenario pemilih siluman untuk pemenangan salah satu Capres. Sebuah analisa yang konyol mengingat secara teoritis bahkan tekhnis aplikatif, hal tersebut sulit untuk dilakukan. Justru yang perlu dicermati adalah tahun tercetaknya e-KTP invalid tersebut. Yakni kisaran tahun 2011, 2012 dan 2013.

Politik Melankolik

Sudah sebesar apa Sandi sampek perlu dijatuhkan dengan cara ngehe kayak gitu? Dia cuma pangeran bangau yang kerjanya bergenit dengan emak-emak sembari menggamit memori mereka kepada tititnya yang menggembung saat bercelana training. Orang pikir itu tidak disengaja. Saya bilang itu direkayasa. Sebab, ada batas remang antara fantasi membludak dengan sosok yang berupaya tampil unyu-unyu, lucu, dan funny.

Ternyata Roy Suryo Pengen Masuk Rekor MURI?

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Seorang teman begitu gusarnya saat membaca cuitan Roy Suryo yang demikian viral meremehkan prestasi di perhelatan Asian Games 2018 itu spontan berteriak :

"Si Roy bacot aja gede sok mentang-mentang pernah jadi Menpora itu pun gantiin Andi Malaranggeng yang korupsi CANDI HAMBALANG, kelakuan kayak preman kampungan, segala panci, wajan, ember, antene tv di angkutin, dasar muka badak!!"

Begitulah umpatannya, kemudian temanku yang lain menimpali :

Apakah SBY Waktu Jadi Presiden Memerintah Dengan Hati?

Oleh : Ester Nuria Surianegara

Tentu saja salah satu yang membuat SBY percaya diri karena kekayaannya yang melimpah dibandingkan Presiden Jokowi. Anak-anaknya SBY dan menantu, cucunya bisa tampil mewah dengan busana/perhiasan yang menempel di sekujur tubuhnya bisa milyaran rupiah.

Anaknya Jokowi?
Mana pernah tampil mewah?
Makanya dikatakan NDESO!
Walau Jokowi juga tidak miskin-miskin amat sih, tapi beliau bisa mendidik keluarga dan rakyat dalam KESEDERHANAAN yang nyata, bukan dibuat-buat.

PAN dan PKS Bakalan Tak Punya Gerbong Dalam Pilpres 2019

Ilustrasi
Kedua, posisi sama kuat antar 3 kepentingan menyebabkan mereka kebingungan. Jika nekad mengambil dari Parpol, maka 2 parpol lain akan mundur. Hanya Gerindra dan parpol yang kadernya diajukan yang tetap bertahan. Prediksinya kursi Cawapres akan dilepas ke non parpol. Dan nama yang paling kuat tentu saja UAS. Jika UAS masuk, otomatis Partai Demokrat akan memaksa meminta jatah posisi menteri paling banyak. Mengapa?

Jokowi dan Demokrat

Apalagi PS tetap dengan agenda lamanya capres makanya koalisi dengan PS justru akan bunuh diri bagi PD. Sementara koalisi dengan Jokowi jelas sekali bahwa platform pembangunan yang sekarang di lakukan Jokowi adalah platform SBY. Jadi secara agenda nasional apa yang dilakukan Jokowi adalah juga agenda PD. Disamping itu pihak selain Jokowi tidak ada agenda yang bernilai lebih daripada apa yang sudah di kerjakan Jokowi.

Pages