Partai

Jokowi Boneka Megawati?

Ilustrasi

Ex HTI tak peduli lagi dengan kualitas keIslaman Prabowo yang ala kadarnya itu, tapi lebih cenderung ingin menunggangi Prabowo untuk kepentingan mereka yang lebih besar, yaitu mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah yang mereka impikan. Itulah sebabnya mereka tutup mata dengan segala ketelanjangan dan kepolosan Prabowo dalam berIslam, karena ex HTI butuh tunggangan untuk mewujudkan mimpinya. Prabowo adalah kendaraan mereka. Prabowo cuma bonekanya HTI.

Meski Ormas Terlarang, PKS Tetap Gauli HTI

Ilustrasi

Kita tahu bahwa HTI berbahaya karena ingin mengganti system dengan khilafah. Lantas apa fakta-fakta sesungguhnya tentang HTI? Pertama, HTI itu sesungguhnya parpol bukan ormas. Hizbut dalam terminologi bahasa artinya partai. Hanya untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah didaftarkan sebagai Ormas. Kedua, HTI telah ditolak lebih dari 15 negara muslim. Artinya meski warganya mayoritas muslim, mereka tidak menggunakan khilafah. Ketiga, Sistem pancasila merupakan bentuk Negara kesepakatan, dan tidak mentolerir perubahan.

Kepala Daerah PKS Minim Korupsi, Karena Banyak Tidak Terpilih

Ilustrasi

Kenapa Anda tidak membuat grafik KEPALA DAERAH BERPRESTASI DALAM 15 TAHUN?

Niscaya karena Anda memang bias dan culas

Tak kasih tau lagi ya.. sejak era pilkada langsung tahun 2005, dari 35 daerah tingkat 2 di Jateng, hampir selalu 65% kepala daerahnya adalah kader PDIP atau diusung PDIP

11 Ijtihadku Memilih #2019TetapJokowi

Ilustrasi

Kedua, Jokowi itu manusiawi. Jokowi tidak angker dan bukan sosok pemarah. Dia bukan tipe pemimpin yang asal sikat jika sedang merencanakan sebuah rencana kerja. Bila dia ingin merelokasi pedagang kaki lima, dia akan ajak mereka bicara. Dia siapkan alternatif-alternatif lahan penghidupan bagi mereka. Jokowi tahu, semua manusia sekecil apapun harus dimanusiakan, bukan diperlakukan dengan akal-akalan dan semena-mena. Kita sudah lama menyaksikan pemimpin arogan yang langsung kirim preman atau 

Kenapa SARA dan Hoax Muncul Menyerang Jokowi?

Ilustrasi

Dengan begitu mereka tidak membutuhkan hoax di belakang panggung. Itu 2004.

Di Pilpres 2009, persaingan elite terjadi antara SBY, Mega, dan Kalla. Mereka semua elite negara, pemimpin partai besar. Semua partai Islam mendukung SBY, incumbent yang sangat kuat. Kekuatan yang potensial menggunakan SARA sudah terakomodasi pada posisi yang kuat itu. Tidak ada urgensinya mereka bermain hoax SARA.

Pages