Partai

Kepala Daerah PKS Minim Korupsi, Karena Banyak Tidak Terpilih

Ilustrasi

Kenapa Anda tidak membuat grafik KEPALA DAERAH BERPRESTASI DALAM 15 TAHUN?

Niscaya karena Anda memang bias dan culas

Tak kasih tau lagi ya.. sejak era pilkada langsung tahun 2005, dari 35 daerah tingkat 2 di Jateng, hampir selalu 65% kepala daerahnya adalah kader PDIP atau diusung PDIP

11 Ijtihadku Memilih #2019TetapJokowi

Ilustrasi

Kedua, Jokowi itu manusiawi. Jokowi tidak angker dan bukan sosok pemarah. Dia bukan tipe pemimpin yang asal sikat jika sedang merencanakan sebuah rencana kerja. Bila dia ingin merelokasi pedagang kaki lima, dia akan ajak mereka bicara. Dia siapkan alternatif-alternatif lahan penghidupan bagi mereka. Jokowi tahu, semua manusia sekecil apapun harus dimanusiakan, bukan diperlakukan dengan akal-akalan dan semena-mena. Kita sudah lama menyaksikan pemimpin arogan yang langsung kirim preman atau 

Kenapa SARA dan Hoax Muncul Menyerang Jokowi?

Ilustrasi

Dengan begitu mereka tidak membutuhkan hoax di belakang panggung. Itu 2004.

Di Pilpres 2009, persaingan elite terjadi antara SBY, Mega, dan Kalla. Mereka semua elite negara, pemimpin partai besar. Semua partai Islam mendukung SBY, incumbent yang sangat kuat. Kekuatan yang potensial menggunakan SARA sudah terakomodasi pada posisi yang kuat itu. Tidak ada urgensinya mereka bermain hoax SARA.

Ini Pemda Yang Sudah Fasilitasi ASN Bayar Zakat

Ilustrasi

Di masa lalu mungkin pengelolaannya kurang bagus. Sehingga faktor trust adalah salah satu penyebab masing2 ormas Islam punya lembaga zakat sendiri

Sayangnya, beberapa aktivis "partai Islam itu", terlalu cepat ambil simpulan. Semata karena ngga suka APAPUN kebijakan pemerintah.. sayangnya, beliau2 itu followernya lumayan.

Untuk Para Penggemar Khilafah

Ilustrasi

Dan pasca Revolusi berdarah itu, setelah tumbangnya pemerintah dan setelah porak porandanya Libiya, Hizbut Tahrir yang pada mulanya selalu bengak bengok dengan penegakan Syari'at Islam dengan issu Khilafahnya tidak menunjukkan batang hidungnya, ironis dan menggelikan. Sampai hari ini, iya, sampai detik ini, jangankan menegakkan Syari'at Islam, bersuara saja tidak!!!

Pages