Parpol

Inilah Kekuatan Prabowo - Sandi Hadapi Pilpres 2019

Ilustrasi

4. Ada PKS yang mendukung pasangan ini dan mereka terbiasa mengelola isu yang ramai di sosmed. Tidak masalah isu itu melanggar hukum atau ditentang masyarakat. Buktinya gerakan tagar GP ditolak diberbagai wilayah, PKS berpengalaman untuk tetap terus. Bahkan mereka terbiasa cuek dan tak bertanggungjawab melihat Susi Ferawati yang jadi korban persekusi di CFD Jakarta oleh massa memakai kaos TGP. Atau membiarkan mahasiswa korban pemukulan massa TGP di Makassar.

Politik Identitas Dan Kampanye Rekonsiliasi

Ilustrasi

Begitu mungkin pikir teman2 sebelum mendengar dan mencari keseluruhan pidato om Anies tampa tau konteks yg d bicarakan.

D sini terlihat jelas efek domino dan aftertaste dari politik perpecahan. Hasil dari 3 tahun Jakarta d tangan sang penista yg terus menerus d terpa caci maki d tambah setahun kampanye kebencian. Hal2 seperti ini menjadi "normal" bagi warga Jakarta.

PAN Partai Nggapleki?

Ilustrasi

Sejauh ini cuma ada Prabowo yang jadi kandidat kuat capres penantang Jokowi. Dia lagi dia lagi, karena memang tak ada stok tersedia. Cuma Prabowo yang berani deklarasi sebagai capres, sedangkan 3 partai lainnya (Demokrat, PKS, PAN) cuma berebut posisi cawapres. Meskipun banyak yang bilang duit Prabowo tak banyak lagi, tapi benda padat ini tetap pede menyalurkan hobbynya ikut Pilpres tiap 5 th sekali.

Gerakan Guremkan PKS Semakin Viral

Ilustrasi

3. Jadi kasus korupsi itu unzur penunjang, bukan utama. Walau secara fakta PKS menghasilkan koruptor tidak sebanyak PDIP misalnya, namun yang membikin "bobotnya" besar adalah karena PKS mengklaim sebagai partai dakwah dan partai Islam. Hal ini beda jika suatu partai yang tidak membawa-bawa istilah suci dakwah dan nama luhur Islam, apalagi mengklaim partai Allah.

Kenapa SARA dan Hoax Muncul Menyerang Jokowi?

Ilustrasi

Dengan begitu mereka tidak membutuhkan hoax di belakang panggung. Itu 2004.

Di Pilpres 2009, persaingan elite terjadi antara SBY, Mega, dan Kalla. Mereka semua elite negara, pemimpin partai besar. Semua partai Islam mendukung SBY, incumbent yang sangat kuat. Kekuatan yang potensial menggunakan SARA sudah terakomodasi pada posisi yang kuat itu. Tidak ada urgensinya mereka bermain hoax SARA.

Pages