Parpol

Dalam 3 Tahun Survey, Suara Prabowo Jeblok

Ilustrasi
Sikap-sikap yang dibangun dan ditunjukkan ke publik malah merugikan diri sendiri. Hal ini bias dilihat dari hasil survey elektabilitas Prabowo yang relative stagnan bahkan ada yang malah melorot. Misalnya dalam survey yang dilakukan oleh CSIS di 2015, elektabilitas Prabowo masih 28 persen, kemudian turun menjadi 24,3 persen dan September tahun ini bergerak diangka 25,8 persen.

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Serakan Logika Ahokers

Ilustrasi
Saya mengerti bahwa pagi itu adalah waktu yang produktif untuk bekerja, karenanya akan lebih baik digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, ketimbang hanya sekedar update status di media sosial. Namun, postingan dari beberapa pendukung Ahok di lini masa saya memancing saya untuk menulis ini. Tentang serakan logika mereka yang sepertinya butuh 'logika pendamping’. Maka, biarlah saya menulis tentang topik yang antara penting dan tidak penting ini. :-)
 

Jangan Hanya Salahkan Pemerintah dan Elite Politik

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Sebagian orang tanpa sadar begitu mudahnya mengarahkan jari telunjuknya ke para elit politik atau pemerintah setiap ada kasus ketidakberesan sosial. Padahal, di alam demokrasi seperti ini, masyarakat--semuanya tanpa kecuali--juga turut bertanggung jawab jika terjadi ketidakberesan itu. Bukankah kita yang memilih mereka? Tetapi sayangnya, sebagian masyarakat lebih suka "berlagak oon" dan hobi "tunjuk hidung" kepada pemerintah dan elit politik itu ketimbang kepada dirinya sendiri.

Ahok dan Deparpolisasi

Oleh : Susy Haryawan

Kemarahan parpol dan sebagian politikus yang bernaung dalam parpol sangat bisa dimengerti saat Pak Ahok menyatakan diri akan memilih jalan mandiri di dalam pilgub mendatang, memilih bus daripada sedan merci dalam istilahnya. Kebersamaan meskipun tidak jelas dipilih daripada kenyamanan dan jaminan mutu namun tidak tahu apa yang terjadi di dalam kendaraannya.

Deparpolisasi kata parpol atau memang parpol yang bunuh diri?

Pages