Parpol

Jurus Dewa Mabuk Prabowo

Ilustrasi

Potret ini menggambarkan bahwa ajang Pilpres sebagai perwujudan demokrasi Indonesia bukan semakin maju. Selain kabar bohong, fitnah, hoax, ternyata ada capres dan parpol yang tidak benar-benar ingin mendewasakan demokrasi kita. Sebagian kecil elit partai ada yang memang tidak serius memberikan pendidikan politik yang makin dewasa. Sungguh upaya yang menyedihkan melihat perkembangan demokrasi yang selayaknya kita menjadi Negara yang elegan dalam penyelenggaraan demokrasi.

Absurditas Uno dan Kapitalisasi Kebodohan

Ilustrasi

Maka dengan enteng jabatan wagabener dia lepas. Untuk alasan mudah saja dibuat. Apalagi rakyat Indonesia mudah lupa. Ditambah dengan gaya dan tampang konyolnya, tidak akan ada yang menagih doi tidak menepati janji sebagai wagabener. Lalu bagaimana dengan posisinya sebagai cawapres ? Kurang lebih sama, hanya dianggap sebagai main-main dan pemuas egonya. Orang ini belum selesai pada dirinya sendiri. Doi bisa melakukan hal-hal yang absurd, konyol dan bodoh hanya supaya menjadi kontroversial dan viral.

PKS, HTI, FPI DAN PLIN PLAN NYA IDEOLOGI ISLAMIS

Ilustrasi

Jadinya, PKS legowo diiming-imingi posisi wagub DKI yang itupun punya potensi diperdaya oleh kader-lader Gerindra yang tak kalah ambisiusnya.

Sandi Uno beberapa kali mempertontonkan kebodohan dan ketidaktahuannya soal agama. Terakhir dia tanpa adab melangkahi kuburan ulama besar NU KH Bisri Syansuri di Jombang.

Zumi Zola, Bukti Kegagalan Kaderisasi PAN

Ilustrasi

PAN dengan terang benderang menunjukkan kepada publik bahwa pengelolaan partai bisa berjalan beriring dengan kepentingan melanggengkan dinasti keluarga. Dengan fenomena seperti itu, lalu apa yang harus dibanggakan oleh Amien Rais ? Dia terbukti telah gagal dalam meletakkan dasar-dasar pengelolaan partai secara profesional. Sedangkan Amien Rais sendiripun juga tidak bersih-bersih amat. Dia pernah terindikasi menerima aliran hasil korupsi Alkes Rp 600 Juta.

Pages