Panglima TNI

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Menimbang Pro Kontra Statemen Panglima TNI Soal 5.000 Senjata

Ilustrasi

"Ke siapa saja. Baik ekstrimis kanan atau ekstrimis kiri. Tapi realitanya pergolakan bersenjata diberbagai negara saat ini lebih banyak dilakukan oleh kelompok ekstrim kanan. Ketika jalur kekuatan politik mereka untuk merebut kekuasaan diputus, mereka akan menempuh jalan angkat senjata. Tak terkecuali bisa saja terjadi di Indonesia. Dimana Perppu Ormas sedikit banyak berpengaruh mereduksi jalur perjuangan politik mereka.

Proyek Pembenturan Institusi TNI-BIN-Polri

Ilustrasi

Pada Ahad (24/9) isu makin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp group yang mengutip situs perang bintang.com. "Padahal di berita itu ada wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Karni Ilyas Layak Dimintai Keterangan Pertama Soal Isu Pergantian Panglima TNI

Gatot Nurmantyo

Oleh Alif Kholifah

Tanpa kabar apapun tiba-tiba Rabu (9/11) pagi beberapa media social mengunggah berita tentang Panglima TNI. Ada yang menyatakan Panglima TNI akan diganti maupun Panglima TNI cocok jadi Presiden RI.

Foto Sholat 5 Jenderal Booming di Media Sosial

Jenderal berjamaah

Luar biasa, itu kata yang langsung meluncur dari mulut saat melihat foto 5 Jenderal melakukan sholat berjamaah. Mereka adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tampak mereka berjamaah disebuah ruangan yang cukup luas dan dilakukan disela-sela rapat. Tidak terlihat orang lain. Sholat itu dipimpin oleh Laksamana TNI Ade Supandi.

Pages