PAN

Super Lelah

Ilustrasi

Amin Rais nampaknya juga ingin memecah kuatnya akar benalu yang melekat di Gerindra. Parasit itu adalah PKS yang kini kondang dengan sebutan Partai Kaos Sablon. Amin ingin Gerindra memandang PAN adalah mitra yang sama pentingnya dengan PKS. PAN tidak ingin PKS yang miskin modal dan logistik hingga jualan kaos itu numpang gratisan menadah kucuran dana Gerindra dan PAN yang punya duit sangat banyak tanpa seri.

Partai Allah?

Ilustrasi

Mengapa Indonesia tidak bangun kilang minyak? Karena katanya dulu tidak punya uang, jualan BBM rugi IRR hanya 8%, resiko besar dan lainnya. Lebih enak impor, makanya sering diberitakan ada lingkaran istana, lingkaran menteri, lingkaran direksi Pertamina yang terlibat impor. Bahkan ada eks Direktur Pertamina Suroso Atmomartoyo yang dipenjara karena korupsi impor minyak.

Gerindra dan SBY Lakukan Politisasi Tak Beradab

Ilustrasi

Yang kedua, justru dilakukan oleh ketum parpol ya sendiri sekaligus Presiden keenam. Isu kriminalisasi ulama dan pertumbuhan ekonomi diangkat. Warganet membalikkan pernyataan Presiden keenam dengan menyodorkan bukti bahwa di masa beliau menjabat, ada sekian (yang dianggap) ulama dihukum.

Catatan Untuk Mbah Amien Rais

Ilustrasi

Dan yang terkini ia mengeluarkan statement di media dan mengimbau kepada si mas tukang kayu untuk berhenti memecah belah umat Islam. Saya terheran-heran mengapa beliau mengeluarkan pernyataan seperti ini. Apalagi momen beliau mengeluarkan pernyataan bertepatan dengan reuni akbar yang menjadi panggung untuk menjatuhkan Ahok pada Pilgub DKI lalu.

Aksi 212 Jelas Gerakan Politik, Ini Buktinya

Ilustrasi

Pengakuan al-Khotot alias Gatot ada pertemuan 3 partai di rumah dinas ketua MPR, bgmn ulama & aksi bela Islam dipakai unt politik, yg sukses di DKI dgn Anies-Sandi, mau dilakukan di daerah2 lain, khususnya di Jawa, rekom tdk keluar smpe jam 2 malam di Ragunan digigit nyamuk

NU Jatim Gagal Diobrak Abrik

Ilustrasi

Imam Besar Kerusuhan yg semula digadang-gadang bakal menjadi satu-satunya lubang untuk bisa masuknya tiga partai tersebut menembus Jawa Timur telah pergi tanpa ada kejelasan kapan dirinya pulang, tiga partai inipun makin poyang-paying tidak karuan ketika lamarannya ditolak oleh Putri Sang Guru Bangsa. Jelas saja sang putri itu menolak, karena ia dari kecil tidak terbiasa didik sebagai biang kerusuhan. Merasa dirinya khawatir tidak bisa menjadi biang Kerusuhan akhirnya ia menolak lamaran tsb.

Pages