PAN

Bukan Kontes Guru Mengaji

Ilustrasi

"Pret, kalau ada capres hasil rekomendasi ulama, harusnya ya sekelas TGB atau UAS. Kalau cuma Prabowo tak perlu diberi label hasil Ijtima Ulama, cukup bawa nama Gerindra PAN PKS Demokrat sudah cukup. Dunia ketawa, tahu ini semua cuma akal akalan. Ijtima ulama cuma rekayasa guna menggaet suara dari #umat meski sambil mengelus dada karena figurnya diragukan keIslamamnya."

Koalisi Prabowo Makin Kempes

Ilustrasi

Disisi lain, para parpol pendukung ramai-ramai menyatakan mendukung petahana. Dibeberapa wilayah pengurus dan anggota PAN maupun PKS resmi mendukung Joko Widodo. Sementara Demokrat menyatakan untuk fokus pada pemenangan legislative. Penyataan ini mengindikasikan demokrat tidak akan all out memenangkan Prabowo. PKS juga sampai saat ini masih fight meminta jatah untuk kursi wakil gubernur DKI yang ditinggalkan Sandiaga.

Jabatan Wagub DKI, Kapan Terisi?

Ilustrasi

Sementara PKS menyodorkan Mardhani Ali Sera dan Ahmad Syaikhu yang gagal total di Jawa Barat. Tampaknya gonjang ganjing kursi Wagub ini akan berlangsung panjang sehingga tugas-tugas berat Gubernur DKI kian menumpuk. Rakyat DKI juga makin lama terabaikan. Program-program gubernur DKI menjadi tidak terealisasi dengan baik.

Zumi Zola, Bukti Kegagalan Kaderisasi PAN

Ilustrasi

PAN dengan terang benderang menunjukkan kepada publik bahwa pengelolaan partai bisa berjalan beriring dengan kepentingan melanggengkan dinasti keluarga. Dengan fenomena seperti itu, lalu apa yang harus dibanggakan oleh Amien Rais ? Dia terbukti telah gagal dalam meletakkan dasar-dasar pengelolaan partai secara profesional. Sedangkan Amien Rais sendiripun juga tidak bersih-bersih amat. Dia pernah terindikasi menerima aliran hasil korupsi Alkes Rp 600 Juta.

Fraksi Rampok Partai Tuhan

Ilustrasi

Tapi ada yg hebat dari sekedar kolaborasi rampok anggaran. Partai Amanat Nasional yg kata mbah mimin adalah partai Allah, meminta proyek senilai Rp 100 milyar kepada Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.

Jika Taufik Kurniawan sebagai kader PAN mungkin melakukan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) secara pribadi, di Jambi ketua Fraksi PAN Supriyono, meminta jatah proyek demi keberlangsungan PAN.

PAN Akui Sejumlah Calegnya Tolak Kampanyekan Prabowo-Sandiaga

"Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, 'mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf'," kata Eddy menirukan pernyataan caleg yang dimaksud. Hal ini disampaikan Eddy saat menjadi narasumber dalam rilis survei PolMark Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Pages