Ormas

Membungkam Kelompok Anti Islam Nusantara

Ilustrasi

Namun keluasan cakupan al-Quran Hadits tersebut, tidak semua dimengerti umat Islam. Ada umat Islam yang memahami Islam itu hanya berdasar ayat-ayat perang saja sehingga melahirkan perilaku keras, radikal, destruktif dan anti toleran. Mereka memahami Islam, ya memang seperti itu, harus seperti itu, dan jika tidak seperti itu bukan Islam. Padahal justru mayoritas dalil dalam ajaran Islam itu berisi ayat-ayat damai, ayat ramah, ayat rahmah, ayat pencerah dan ayat kekeluargaan (ukhuwah).

SP3 Pembuka Fitnah

Ilustrasi

Begitu juga saat PS berhenti dari dinas militer, bagi mereka PS tidak "Dipecat" tapi "Diberhentikan dengan hormat". Pertanyaannya, jika kariernya hebat, apa alasan TNI memberhentikan beliau, padahal usia beliau masih 47 tahun sedangkan pangkatnya sudah Letnan Jendral..?
Bukankah seharusnya TNI mempertahankan seorang Perwira Tinggi yg berprestasi..??

Memberangus Perusak Islam

Ilustrasi
Melandaskan keyakinan bahwa HTI jelas telah melanggar konstitusi, Presiden Joko Widodo langsung mengeluarkan Perpres tentang Organisasi Masyarakat yang kemudian berubah menjadi UU Ormas. Meski HTI melakukan banding namun pengadilan telah menetapkan bahwa HTI termasuk organisasi yang terlarang. “Bukan hanya kita yang melarang HTI. Ada 15 negara Islam juga melarang HTI termasuk Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Turkey, Iran dan lain sebagainya” ungkap Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu.

Perppu Untuk Kemaslahatan Indonesia

Ilustrasi

Pelaku bughot disebut sebagai 'baghin' yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan dengan pelacur (agama). Kenapa? Karena dalam sejarah Islam para pelaku makar memang selalu menggunakan agama sebagai kedok dan senjata, ego keislaman sebagai spirit gerakan dan kebencian atas nama agama sebagai semangat melakukan perlawanan.

Menunggu Back Up NU dan Muhammadiyah Lawan Gerakan Intoleran

Ilustrasi

Dalam hal ini, model penguasaan mesjid (beserta pengurusnya) mulai masif dilakukan saat Soeharto tumbang. Saya melihat para pemuka agama yang moderat, yang mengkampanyekan pentingnya akhlak dan pendidikan yang inklusif, kalah agresif.

(Otokritik untuk PB NU setelah era Gus Dur yang melihat situasi umat terlihat baek2 saja)

Pages