NU

Yakin Itu Namanya Ijtima Ulama?

ilustrasi

Tapi beda lagi, dengan 'Ijtima' Ulama' yang kemunculannya sejak awal selalu ramai dan sebentar lagi akan digelar kembali. Bedanya adalah, kalau di NU yang bisa nashrif, baca kitab gundul, alfiyahnya juga nglothok tak selalu bisa jadi peserta ijtima'. Karena tidak semua orang yang berkemampuan itu sudah memiliki hak untuk berijtihad. Paling banter-bantere hanya bisa menjadi mustami' alias pendengar.

Suara Ormas Islam Dalam Pilpres 2019

ilustrasi

KE MANA SUARA ORMAS ISLAM?

Suara dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah seperti biasa berada di dua kubu. Menurut survei Denny JA:
- NU Jokowi 55%, Prabowo 44% (artinya Maruf Amin sebagai cawapres pun tidak mampu menarik gerbong NU)
- Muhammadiyah 50%, Prabowo 49% 
- Alumni 212 Jokowi 4,7%, Prabowo 97% 
- FPI Jokowi 2,4%, Prabowo 97%

Negara Khilafah Riyadhah Islamiyah (NKRI) Harga Mati

ilustrasi

Kini mereka kembali akan melakukan modus yang sama. Yaitu mencoba menyusup pada salah satu kandidat Pilpres 2019. Dan tetap akan melakukan cara-cara yang sama, yaitu dengan Politik Identitas. Disisi lain, belajar dari Pilkada DKI 2017, fakta bahwa sebagian perilaku pemilih yang mengacu pada Politik Identitas tak bisa dinafikkan. Oleh karena itu, Jokowi merangkul kelompok pemilih ini dengan cara yang benar dan difilter dengan benar salah satunya melalui peran NU.

Arus Radikalisme Di Indonesia, Menyusup Dalam Pilpres

ilustrasi

Oleh karena itu siapapun yang pemikirannya melemahkan NU, mensuport gerakan puritanisme Islam akan saya lawan. Lawan dengan pemikiran dan akademik bukan dengan gelut dan senjata. Kita manusia bukan harimau yang berantem dengan cakarnya, atau serigala yang menerkam dengan taringnya.

NU Tetap Solid Dibawah KH Said Aqil

ilustrasi

Kalau mau fitnah bo jangan depan cawapres santri pos Islamisme yang gak bisa wudhu itu. Biar mau belajar wudhu. Kan gak lucu kalau santri mualaf melihat tokohnya memfitnah kiyai lain.

Seperti inilah kelakuan pendukung 02. Kebanyakan gak ada bagus-bagusnya. Gak ada satupun bicara program. Kalau gak memfitnah capres 01 memfitnah ketum PBNU.

PUBG, Pemilu Dan NU

ilustrasi

Terakhir mereka menembak Organisasi Nahdlatul Ulama, Mulai dari menghina Kyai dan Ulama, melangkahi makam pendiri NU, mencemooh banser, sampai hastag - hastag untuk melemahkan NU, namun ujung-ujungnya menyebarkan konten dengan logo NU catutan atau berpakaian ala Ansor untuk mendapatkan simpati Nahdliyin. Terakhir mereka sampai mengakui bahwa Hari santri diusulkan oleh salah satu petinggi partai mereka.

Pages