NU

Laskar FPI Tobat dan Gabung Banser

Ilustrasi

Alasan yang membuat dia yakin bahwa dia harus keluar adalah karena kajian isi pengajiannya bukan berisi tausyiah yang memberikan kedamaian tapi justru bermuatan politik yang sangat keras dengan balutan agama dan juga hinaan untuk Jokowi sebagai Presiden yang sah, dan tak cukup hanya hinaan saja tapi juga justifikasi dengan potongan ayat-ayat suci.

Polisi Terus Buru Para Pemfitnah di Sosmed

Ilustrasi

Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, lahir di Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatera Barat, 31 Mei 1935 (82 tahun), adalah seorang ulama, ilmuwan dan pendidik Indonesia. Beliau pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute, dan juga dikenal sebagai seorang tokoh yang mempunyai komitmen kebangsaan yang tinggi.

Catatan Tim Kemanusiaan NU di Asmat (2)

Ilustrasi

Menjembatani persoalan yang ada, Tim NU melaksanakan kunjungan ke para ketua-ketua adat yang ada di Agats, Asmat, ini adalah kulonuwun, assalamualaikum atau darmom (dalam Bahasa Asmat) yang berarti salam sebuah penghormatan kepada tuan rumah, Tim diterima oleh pata ketua adat di JEW (rumah adat), kami melaksanakan sosialisasi tentang apa yang akan kami laksanakan untuk waktu yang lama dan terprogram, yang kedua penguatan kapasitas local yang ada, penguatan ini diikuti oleh para pengurus NU Asmat dan juga diikuti oleh para pemuda dari 3 kam

Islam Pribumi Tumbuh Subur di Asmat

Ilustrasi

Di Asmat, dua tahun yang lalu, bila ingin mengirim sms atau bertelepon, saya pasti mengulang-ulang. Sering pula hingga belasan kali baru kemudian berhasil. Dan saya jarang internetan di sana. Sms dan telepon saja sulitnya seperti itu, apalagi internet. Ada memang orang-orang yang jualan voucher wifi. Sepuluh ribu dapat satu jam. Tapi speednya sungguh melatih kesabaran. Kendati demikian, terakhir saya komunikasi dengan orang sana, sinyal disana sudah 3G kini.

NU Tak Ributkan Kartu, Langsung Terjun Ke Asmat

Ilustrasi

Perasaanku sedikit lega ketika speedboat sampai di distrik Agast. Di sini kami beruntung karena salah satu pengurus NU setempat adalah salah satu tetua adat di kampungnya. Beliau bernama Bapak Leo Rahamtulloh Piripas ketua Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM). Kehadiran beliau membuat kami bisa disambut hangat oleh masyarakat Asmat. Hambatan komunikasi dan memahami kultur warga setempat yang dialami oleh beberapa NGO lain setidaknya tidak terlalu kami pusingkan.

Mitos Kerukunan antara NU dan Muhammadiyah

Dalam sejarahnya, NU (berdiri tahun 1926) dan Muhammadiyah (berdiri 1912) ini memang lebih banyak berantem daripada berteman sehingga sulit buat pengikut kedua ormas ini untuk rekonsiliasi dan membangun persahabatan yang tulus dan permanen. Luka-luka sejarah masa silam yang begitu menganga rasanya sulit untuk dipulihkan.

Pages