NKRI

Terima Kasih FPI, Terima Kasih HTI

Ilustrasi

Sungguh pak Prabowo ini cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kami kagum takjub melihat HTI FPI seperti kerbau dicocok hidungnya didepan dia, dan bersedia berada dibelakang dia. Ini mukjizat, dia punya mantera ajaib yang mampu menyamarkan segala identitas dan jatidiri sebenarnya, sehingga HTI FPI terkecoh dan mau mendukung dia. Kalau bukan karena campur tangan dari Allah, dia tak bisa melakukannya. Padahal dialah harapan kami terbesar untuk menggebuk siapapun yang punya mimpi khilafah.

Desember Bulan Gus Dur

Ilustrasi

Beliau adalah 'Bapak Tionghoa' yang selalu dihormati dan dicintai oleh seluruh umatnya di Indonesia, bahkan hingga dunia. Walau agamanya Islam dan seorang Kyai, tidak lantas membuat Gus Dur menyingkirkan begitu saja agama-agama lain yang tidak sama dengan yang diyakininya. Gus Dur merupakan sosok Kyai ramah tamah yang menjunjung tinggi agama, kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan. Ia menerapkan toleransi dimana saja berada.

GP Ansor Ormas Sesat?

Ilustrasi

GP Ansor atau lebih lengkapnya Gerakan Pemuda Ansor merupakan salah satu Badan otonom yang mewadahi pergerakan kaum pemuda NU. Gerakan ini lahir tahun 1934 dengan nama Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Namun jauh sebelum itu, KH Abdul Wahab Chasbullah mendirikan organisasi bernama Syubbanul wathon atau yang berarti pemuda tanah air. Salah satu pemimpinnya adalah Abdullah Ubaid, yang menjadi inisiator berdirinya GP Ansor.

Banser Itu Ga Ada Nyalinya

Ilustrasi

Mau petasan ditaruh di atas kepala, jika Kiyainya bilang diam! Biar kiyamat tinggal 2 hari, petasan pun akan meledak dalam hitungan detik, mereka para Banser tidak akan bergeming sedikitpun. Karena bagi mereka para Banser yang notabenenya Santri, membantah apalagi berinisiatif melangkahi dawuhnya Guru bukan hanya kuwalat, tapi dosa besar. Paham!

Ketika NU Menunjukkan Kekuatannya

Ilustrasi

Meskipun begitu tidak ada yang teriak kofar-kafir, teriak bunuh, tak ada caci maki, gak ada yang melawan aparat. Gak ada yang bilang: "Yang tidak ikut rapat akbar NU berarti munafik, kafir, ahli neraka". Tidak ada yang mengklaim, "Ini membela Islam, menentang rapat akbar berarti musuh Islam". Karena wong NU itu manut kyaine, diajari nurut, diajari sopan santun.

Bela Rasa

Ilustrasi

Maka kita mendapat bukti tak terbantah: kemanusiaan cuma taik ledik. Moral dan belarasa hanya kosmetika peradaban. Agama dan spiritualitas terasa sebagai gincu murahan. Kita, termasuk saya, cuma bersedia menanggung derita dan nyeri anak-anak kita, tapi bukan tetangga kita, apalagi duaratusan manusia tak dikenal.

Pages