NKRI

Wahabi, Khilafah, Islam Radikal Di Sekolah dan Kampus Ancam NKRI

ilustrasi

Wahabisme dan gerakan khilafah bersatu dengan Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Ini fenomenal. Padahal ketiga gerakan Islam radikal itu memiliki perbedaan ideologi perjuangan. Namun, karena terdesak di Timur Tengah, dan berbagai belahan Bumi, mereka merapatkan barisan. Itu salah satu sebab PKS tetap mendapatkan dukungan suara di Pemilu 2019.

Yakin Itu Namanya Ijtima Ulama?

ilustrasi

Tapi beda lagi, dengan 'Ijtima' Ulama' yang kemunculannya sejak awal selalu ramai dan sebentar lagi akan digelar kembali. Bedanya adalah, kalau di NU yang bisa nashrif, baca kitab gundul, alfiyahnya juga nglothok tak selalu bisa jadi peserta ijtima'. Karena tidak semua orang yang berkemampuan itu sudah memiliki hak untuk berijtihad. Paling banter-bantere hanya bisa menjadi mustami' alias pendengar.

Koalisi Perasuk Setan, Penebar Haram, Si Otak Licik

ilustrasi

Bersama dengan ormas-ormas radikal yang sudah kesetanan, mereka siap bergerak. Untuk mencapai tujuannya, Prabowo terlebih dahulu menciptakan kegaduhan opini. Begitu kegaduhan telah tercipta secara masiv dan sistematis, mereka dengan dipimpin Prabowo siap melakukan people power/kudeta atau pemberontakan.

Potensi

ilustrasi

Gagasan Plato mengenai hal di atas, tentu masih sangat panjang dan mendetail penjelasannya. Namun dengan mencukupkan pada gagasannya di atas saja dan merenungkannya sebentar, maka riuh-rendah kita sebagai bangsa dua hari terakhir ini yang merasa berhak saling membicarakan politik, akan usai. Dan masing-masing kita akan melakukan hal-hal yang sesuai dengan potensi, porsi, kecakapan dan keahlian kita masing-masing dalam berkhidmah pada bangsa dan negara ini. Yang berdagang akan kembali fokus berdagang.

Menampar Pengusung Khilafah Lewat Tangan Prabowo

ilustrasi

Jadi jelas, para pengusung ideologi khilafah tak mendapat dukungan dari kedua capres. Orang-orang masih banyak yang meremehkan bahaya ideologi politik khilafah ini, mereka tidak tahu mengapa Malaysia, Turki, Mesir, Libya, Arab Saudi dan negara lslam lainnya melarang Hizbut Tahrir dan HT ini justru berkembang di negara Barat. Mereka bukan menyatukan tapi memecah belah karena anti perbedaan bahkan di kalangan Muslim sendiri. 

Pages