NKRI

Cara Cerdas Jend Mulyono "Menaklukkan" Ustadz Abdul Somad

Ilustrasi

Mereka ingin Somad terus menerus "kencang". Seperti komentar Somad soal bom bunuh diri. Soal calon muslim dan non muslim di Pilkada laksana gulai kentang tapi dagingnya anjing. Atau semburan somad yang bilang minum seterbak masuk neraka.Sama nasibnya dengan mereka yang doyan drama Korea.

Islam Indonesia

Ilustrasi

Sementara itu, kalimat kedua; "orang Islam yang kebetulan dilahirkan di Indonesia" cenderung tidak memiliki kewajiban untuk menjaga tanah air. Kelompok islam yang mengikuti paham tersebut, cenderung menggampangkan kecintaan terhadap Indonesia sebagai tanah air.

Orang kayak gini, seperti turis. Dia tidak peduli mau rumahnya rusak, bahkan hancur. Wong mereka cuma turis

Hubbul Wathan Minal Iman

Ilustrasi

Oh, ya, cu. Ini sebagian dalil yang menguatkan ajaran NU tentang hubbul wathon minal iman.

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُـوْعِ وَالْخَـوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Maaf Saya Bukan Jokower dan Bukan Ahoker

Ilustrasi

Oke, kita kembali ke laptop ya...
Saya harap pertemuan Pak Jokowi dan alumni 212 tidak membuat kita terbelah. Baik Jokower dan Ahoker harus bisa berfikir lebih panjang. Karena menurut pendapat saya, sebagai kapasitasnya seorang Presiden boleh ketemu dengan siapa saja. Gak ada larangan dan sudah seharusnya seorang Presiden yang baik melakukan semua itu untuk kepentingan rakyatnya. Jadi ya sah-sah saja.

Keluarga Papua, Keluarga Indonesia

Ilustrasi

Jokowi dan Iriana membangun keluarga Papua. Dari sisi populasi, Papua tidak menyumbang suara secara siginifikan dalam Pilpres. Ini bukan soal kekuasaan. Dan memang bukan itu tujuan Jokowi. Lelaki kurus yang tangguh itu - bersama istrinya - hanya ingin merangkul anak-anaknya di Papua. Ia hanya ingin mencium mereka, menggendong mereka, memanusiawikan mereka. Ia hanya ingin membangun keluarga Papua.

NKRI sudah Khilafah

 

Di ruangan itu, rapat sudah selesai. Hal-hal yang menyangkut penanganan hukum atas HTI, sudah ketemu dan fix. Ada rasa getir di hati setiap kali menatap Indonesia. Tapi secara pribadi saya bersyukur karena lembaga Negara, aparat Pemerintahan maupun Hizbut Tahrir, faktanya “tidak kenal” saya. Jadi saya merdeka. Namun demikian saya tetap wajib “lapor” kepada diri saya sendiri:

Perppu Untuk Kemaslahatan Indonesia

Ilustrasi

Pelaku bughot disebut sebagai 'baghin' yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan dengan pelacur (agama). Kenapa? Karena dalam sejarah Islam para pelaku makar memang selalu menggunakan agama sebagai kedok dan senjata, ego keislaman sebagai spirit gerakan dan kebencian atas nama agama sebagai semangat melakukan perlawanan.

Pages