Nikah

Perkawinan Bersyarat Ala Titik Soeharto

ilustrasi

Kalau Titiek Soeharto adalah perempuan yang bermartabat, tentunya keinginan untuk kembali ke pelukan mantan suaminya tidak harus ada embel-embel politisasi. Seharusnya dia menerima apapun keadaan dari bapak dari anak tunggalnya. Seekstrim apapun kondisinya dia harus tulus menerima. Entah laki-laki itu seorang temperamental atau konon burungnya sudah layu atau sudah hilang terbang kemanapun, dia harus menerima apa adanya. Termasuk menerima seorang Prabowo dengan hutang Rp 7,6 Triliun.

Menafikkan KeIslaman Prabowo

ilustrasi

Mereka tidak perduli prabowo tak bisa ngaji, pokoknya jokowi harus kalah agar HTI bisa di bangkitkan lagi, agar pejabat bisa mayoran uang haram lagi dengan istilah syar'i juz dan liqo, agar petinggi partai koalisi bisa menikmati tempek fustun lagi, bisa olah daging sapi lagi agar bisa getar, goyang dan mendesah, gara-gara jokowi berkuasa segala macam surga dunia itu lenyap, pelakunya di tangkap, pokoknya jokowi harus tumbang.

Antara Vero, Puput Dan Luput

ilustrasi

Lalu perempuan-perempuan berusia 25-35 lewat di depan mata. Mereka tak sungkan menyapa dengan tawa belia dan rona segar. Percakapan lalu dimulai. Ada sesuatu terasa berbeda.

Di rumah, para suami berhadapan dengan aneka persoalan. Tentang anak, tentang pompa ngadat, tentang genting bocor, tentang tagihan cicilan mobil, cicilan rumah, dan bayaran uang arisan.

Yakin Masih Ingin Poligami?

Ilustrasi

Ibu bidan sudah menyiapkan segalanya, istriku di baringkan sedikit menyandar padaku, Tarik nafas, hembuskan, mengejan, kira-kira seperti itu perintah ibu bidan pada istriku, sementara saya hanya di perintah mengelap keringat di dahi istriku dan meminumkan teh hangat saat istriku kelelahan, satu jam kemudian kepala anak pertamaku sudan tampak keluar separoh sebesar bola kasti, namun istriku kehabisan tenaga, nafasnya tersengal, ia tak sanggup lagi meneruskan jihadnya, aku terus menyemangatinya, istriku hanya m

Antara Hadits dan Gadis

Ilustrasi

Ia mulai mengukur tubuh istrinya sesuai dengan bunyi hadits itu, lalu ia menggauli istrinya. Ternyata, berkali-kali tidak berhasil menggauli sebagaimana mestinya. Ia bergumam dalam hatinya: "istriku benar-benar gadis." Lalu ia berkata pada istrinya : "Istriku sayang, kamu benar-benar gadis". 
Istrinya berbisik ke telinga suaminya : "Mas itu salah, kurang ke bawah sedikit." 
Sang suami membalas bisikannya : "Tidak, ini benar berdasarkan hadits Nabi SAW: Yang di tengah-tengah itu urusan yang paling baik." 

Pages