Narkoba

Penuturan (Alm) Freddy Budiman Soal Pemberantasan Narkoba Jaman Jokowi

Ilustrasi

Berikut beberapa Prestasi Buwas saat menjabat Kepala BNN:

Tahun 2016 sebesar 6,2 ton ganja disita. Belum lagi heroin, morfin, kokain, hashish,dan benzodiazepine.
Di periode itu BNN menangani 807 kasus dan menangkap 1238 tersangka.
BNN juga berhasil mengungkap 46 jenis narkotika baru. Sebanyak 18 jenis di antaranya telah terlampir dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Narkoba, China dan Perang Candu

Bagaimana solusinya ? pemerintah china minta semua negara mengirim polisi anti narkotiba ke china dengan membawa bukti bahwa jaringan narkoba yang tertangkap di negara tersebut mendapatkan bahan obat ilegal dari pabrik di china. Dengan bukti itu maka pemilik pabrik dapat di hukum mati. Atau kalau polisi dari negara konsumen narkoba punya target pabrik obat atau sindikat obat yang dicurigai maka dapat mengirim petugas ke china dan pemerintah china akan membantu proses investigasi tersebut.

Jangan Pernah Dekati Narkoba

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

" Gejala yang saya alami seperti mudah emosi, gampang tersinggung, susah tidur dan paranoid akibat pernah mengonsumsi ekstasi. Saya juga tidak bisa berkonsentrasi, jantung berdebar, banyak mikir dan sensitif. " Demikian kata teman. Saya tahu bahwa dia tadinya pengguna Narkoba namun sudah lama tidak lagi konsumsi. Namun penyakit kejiwaan seperti yang dia ceritakan itu datang setelah sekian tahun kemudian. Mengapa ? .

Benarkah Malam Ini Brimob Dorr 14 Terpidana Narkoba?

Freddy Budiman

Redaksiindonesia - Upaya pemberantasan narkoba bagi Indonesia ternyata tidak hanya berjalan dilapangan baik bagi pelaku, konsumen, pengedar dan lainnya. Namun juga bagi para terpidana yang sudah memiliki hukuman inkracht untuk di eksekusi mati berdasar putusan sidang. Setidaknya di jaman Jokowi sudah 2 kali eksekusi hukuman mati pada para terpidana narkoba dan malam ini diprediksi eksekusi pada 14 narapidana makin mendekati.

Oknum Paspampres Bawa Narkoba Bakal Dicopot

 

REDAKSIINDONESIA - Prajurit Satu Frestian Ardha Pranata (Pratu FAP) yang menjabat sebagai Tamtama Pengawal Bermotor di Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan, Paspampres, tertangkap di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, tadi pagi (Senin 11 Jan 2016), pada jam 04.38 WIB, karena kedapatan membawa 0,35 gram sabu dan 1/2 butir pil ekstasi.

Pages