MUI

Pak Din Dan Khilafah

ilustrasi

Usai menerima Ustadz Abdus Somad, Pak Din bilang Khilafah itu bagian dari ajaran Islam, disebut di dalam al-Qur’an, karena itu tidak perlu ditakuti. Namun, di sisi lain, komentar berikutnya aneh bin ajaib: Meski Khilâfah ajaran Islam, kata beliau, “kita tidak terima kalau negara Pancasila mau diganti dengan ajaran tersebut.” Terus terang saya bingung dengan kekacauan statemen seperti ini: yakin khilafah ajaran Islam, tetapi menolak untuk diterapkan.

Zulkarnain Berulah, MUI Gerah

ilustrasi

Sedikit ada hiburan buat rakyat waras, bahwa ada pernyataan dari Pimpinan MUI Pusat yang menyesalkan dan merasa gerah dengan kelakuan lacung Zulkarnain. Tapi bagi saya menyesalkan dan merasa gerah saja tidak cukup. Pimpinan MUI harus berani tegas menindak Zulkarnain dengan MEMECATNYA secara permanen sebagai Wakil Sekjen MUI Pusat. Kalau hanya diberikan peringatan saja, saya yakin orang seperti Zulkarnain ini akan merusak kewibawaan dan kehormatan institusi MUI.

Shorof Dan Restrukturisasi MUI

ilustrasi

Sebetulnya tidak apa tidak bisa bahasa arab masuk MUI. Tapi andai tidak tahu, ya tidak perlu membicarakan hal yang tidak ia kuasai tersebut. Misalnya ahli kimia tapi memang tidak tahu bahasa arab, sebetulnya nggak papa masuk MUI tapi ya bagian pemeriksaan kehalalan suatu zat, bukan jadi bagian fatwa atau wasekjen dan tak perlu kemana-mana mendaku sebagai ulama dengan titel KH di depan namanya.

Mempertanyakan Kapasitas Tengku Zulkarnain Sebagai Ulama

Ilustrasi

Bagi saya seorang Tengku Zulkarnain hanya kerikil kecil yang nyelonong di kepengurusan MUI. Dia bukan batu sandungan besar. Karena kapasitas personalnya juga tidak pantas dikategorikan sebagai batu besar. Dia hanya kerikil kecil yang nyelip di sepatu perjalanan bangsa ini. Namanya kerikil meskipun kecil tak berarti terkadang mengganggu juga. Selayaknya kerikil kecil ini di tempatkan pada tempat yang seharusnya. Daripada mengganggu perjalanan kita sebagai sebuah bangsa.

Logika Lucu Tentang Kyai Ma'ruf Amien Dipinang Jokowi

Ilustrasi

4. Dalam politik ada istilah di peralat dan tidaknya memang, tapi siapa yg di peralat. Semuanya memperalat orang yg di rasa menguntungkannya. Itu fakta, 212 di peralat prabowo, PKS dan PAN. PAN memperalat PKS, dan Prabowo. Ada yg memperalat ummat dan begitu seterusnya. Ini kalau kita gunakan kata 'Memperalat'.

KH Ma'ruf Amien, Perekat Keutuhan Bangsa

Ilustrasi

Keputusan ini berpikirnya sangat out of the box dari jalur berpikir mainstream dan sangat tidak diperhitungkan kelompok anti Pancasila pengusung khilafah yg siap dalam barisan Prabowo menggempur Jokowi.

Apakah Prabowo akan gandeng Sandiaga? Mungkin mau buat kejutan juga dengan usung Abdul So Mad. Tapi dengan Jokowi gandeng KH Maruf Amin maka UAS menjadi terkunci...

Pages