Muhammadiyah

Kisah Lukman Harun Melawan Amin Rais

Aktivis Ganyang PKI

Lukman Harun adalah salah satu tokoh Muhammadiyah paling berpengaruh, kakak angkatan Amien Rais, Din Syamsuddin, juga Syafii Maarif. Ia pengibar panji-panji organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan itu di dunia internasional. Din Syamsuddin bahkan menjulukinya sebagai Menteri Luar Negeri-nya Muhammadiyah.

Pak Din, Soal Vatikan Itu Begini

Ilustrasi
Pertama: Anda menyebut bahwa Umat Katolik patuh pada Vatikan. Saya tegaskan bahwa umat Katolik TIDAK PATUH PADA VATIKAN TETAPI PADA SRI PAUS SEBEGAI PEMIMPIN UMAT KATOLIK SELURUH DUNIA. Vatikan itu “kebetulan” menjadi tempat atau pusat agama Katolik dimana Santo Bapak berkedudukan di sana. Bahwa kemudian pilihannya Vatikan-Roma itu tentuk terkait dengan sejarah panjang perkembangan agama Katolik di Roma yang berhubungan dengan Dekrit Milano saat itu.

Infiltrasi Islam Garis Keras ke Muhammadiyah

 

Gerakan garis keras transnasional dan kaki tangannya di Indonesia sebenarnya telah lama melakukan infiltrasi ke Muhammadiyah. Dalam Muktamar Muhammadiyah pada bulan Juli 2005 di 
Malang, para agen kelompok-kelompok garis keras, termasuk kader-kader PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mendominasi banyak forum dan berhasil memilih beberapa simpatisan gerakan 

Bagiku, Amien Rais itu Oportunis Sejati

Ilustrasi

Saat dia maju Pilpres di th 2004 berpasangan dengan pak Siswono YH, saya juga nyumbang banyak spanduk dan kaos, bukan karena saya simpatisan PAN, tapi lebih karena rasa simpati saya kepada Amin Rais.

Di mataku, Amin Rais memang memiliki keberanian untuk "berbeda" sekaligus mengambil resikonya. Panggung tertinggi dia di karir politik adalah sebagai Ketua MPR periode 1999 - 2004.

"Tamparan Pedas" Iyyas Subiakto Pada Amien Rais

Ilustrasi

Saya pernah menerawang, bapak dan Pak Jokowi dua pendekar dari Solo yang telah mengguncang Indonesia dengan kiprah politik nan cantik, sayang bapak begitu syirik kepada Pak Jokowi, nazar jalan kaki dari Solo ke Monas yang tidak bapak lakukan, menjadi hempasan moral pertama buat bapak, karena kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat yang berdaulat bukan dibuat-buat, begitu bapak salah hitung We and You is End.

PBNU dan PP Muhammadiyah Harus Sikapi Masjid Boikot Sholat Jenazah

ilustrasi

Pemasangan spanduk-spanduk ini jelas sudah masuk kategori meresahkan dan mengancam persatuan tidak hanya sesama umat Islam namun juga mengancam NKRI. Peran ustadz, kyai maupun Ulama perlu dievaluasi lagi. Hal-hal semacam ini harusnya cepat direspon oleh mereka karena ini menyangkut pemahaman agama yang sudah keliru.

4 Murid Kiai Kholil Bangkalan (Cikal Bakal NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi)

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang; Hasyim Asy’ari & Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

Betul Jenderal!!, Radikalis Susah Dikendalikan

Ilustrasi

Isu kudeta Benny 'oleh kelompok " yang tak menyukai benny di hembuskan dan Soeharto yang sifat dasarnya "anti kritik" terpengaruh itu bisa kita pahami dengan Dwi Fungsi ABRI , LB Moerdani betul menguasai kekuatan Pasukan politik dan Pasukan saat itu , dengan jabatan Menhankam/Pangab, dengan kekuatan CSIS di kabinet dan partai Golkar dan kekuatan Islam NU itu betul-betul mengkhawatirkan Pak Harto, dengan pemicu konon katanya bisaikan Mayor Prabowo subianto (yang jadi ajudan Pak Benny) akhirnya LB Moerdani disingkirkan dari kabimet dan lingka

Cacat Logika Gelar Imam Besar Habib Rizieq Shihab

Ilustrasi

Ketiga, hidupnya berfooya-foya tidak mencerminkan kehidupan seperti yang dicontohkan Rasulullah. Rasulullah selalu hidup sederhana, bahkan bajunya tidak jauh berbeda dengan orang miskin yang hidup di Negara yang dipimpinnya. Tapi lihatlah bagaimana Imam Besar FPI itu tampil. Pada aksi 212, beliau menaiki mobil New Pajero Sport baru padahal sebelumnya bertebaran mobil dengan plat nomor 3 huruf dibelakang FPI dengan harga mobil bahkan lebih dari Rp 1 M.

Pages