Muhammadiyah

"Tamparan Pedas" Iyyas Subiakto Pada Amien Rais

Ilustrasi

Saya pernah menerawang, bapak dan Pak Jokowi dua pendekar dari Solo yang telah mengguncang Indonesia dengan kiprah politik nan cantik, sayang bapak begitu syirik kepada Pak Jokowi, nazar jalan kaki dari Solo ke Monas yang tidak bapak lakukan, menjadi hempasan moral pertama buat bapak, karena kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat yang berdaulat bukan dibuat-buat, begitu bapak salah hitung We and You is End.

PBNU dan PP Muhammadiyah Harus Sikapi Masjid Boikot Sholat Jenazah

ilustrasi

Pemasangan spanduk-spanduk ini jelas sudah masuk kategori meresahkan dan mengancam persatuan tidak hanya sesama umat Islam namun juga mengancam NKRI. Peran ustadz, kyai maupun Ulama perlu dievaluasi lagi. Hal-hal semacam ini harusnya cepat direspon oleh mereka karena ini menyangkut pemahaman agama yang sudah keliru.

4 Murid Kiai Kholil Bangkalan (Cikal Bakal NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi)

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang; Hasyim Asy’ari & Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

Betul Jenderal!!, Radikalis Susah Dikendalikan

Ilustrasi

Isu kudeta Benny 'oleh kelompok " yang tak menyukai benny di hembuskan dan Soeharto yang sifat dasarnya "anti kritik" terpengaruh itu bisa kita pahami dengan Dwi Fungsi ABRI , LB Moerdani betul menguasai kekuatan Pasukan politik dan Pasukan saat itu , dengan jabatan Menhankam/Pangab, dengan kekuatan CSIS di kabinet dan partai Golkar dan kekuatan Islam NU itu betul-betul mengkhawatirkan Pak Harto, dengan pemicu konon katanya bisaikan Mayor Prabowo subianto (yang jadi ajudan Pak Benny) akhirnya LB Moerdani disingkirkan dari kabimet dan lingka

Cacat Logika Gelar Imam Besar Habib Rizieq Shihab

Ilustrasi

Ketiga, hidupnya berfooya-foya tidak mencerminkan kehidupan seperti yang dicontohkan Rasulullah. Rasulullah selalu hidup sederhana, bahkan bajunya tidak jauh berbeda dengan orang miskin yang hidup di Negara yang dipimpinnya. Tapi lihatlah bagaimana Imam Besar FPI itu tampil. Pada aksi 212, beliau menaiki mobil New Pajero Sport baru padahal sebelumnya bertebaran mobil dengan plat nomor 3 huruf dibelakang FPI dengan harga mobil bahkan lebih dari Rp 1 M.

Presiden Kunjungi Muhammadiyah, Tegaskan Tak Lindungi Ahok

REDAKSIINDONESIA-Setelah menyambangi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kemarin, hari ini Presiden Joko Widodo melanjutkan konsolidasi pasca demonstrasi 4 November dengan bertemu sejumlah jajaran pengurus pusat Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, pada Selasa, 8 November 2016.

Ini Alasan Sebenarnya Jokowi Tidak Menemui Pendemo

Jokowi

Oleh : Anna Melody

Gregetan, itu yang juga penulis rasakan saat mendengar kabar "Presiden Tidak Mau Menemui Pendemo 4 November kemarin, sehingga menimbulkan ricuh di depan istana" (harap dicatat bahwa ricuh di depan istana beda dengan ricuh di penjaringan).

Kalimat dalam tanda kutip diatas yang terus didengung-dengungkan semua lawan politik Jokowi untuk memanas-manasi rakyat, yang kurang paham sejarah dan politik.

Tanggal 4 November Anda Ikut Siapa? Mbah Hasyim, Kyai Ahmad Dahlan apa Habib Rizieq?

Oleh : Alif Kholifah

Hari ini sudah tanggal 30 Oktober, atau kurang 5 hari dari rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh kelompok yang mengaku mewakili umat Islam. Mengapa disebut kelompok yang mengaku? Karena sebenarnya jauh lebih banyak umat Islam yang tidak setuju rencana demonstrasi 4 November tersebut. Sementara yang ngotot untuk tetap melakukan demo 4 November ya kelompok Front Pembela Islam pimpinan Habieb Rizieq. Tidak ada yang lainnya. Mereka berusaha mengkonsolidasikan diri dan menggalang kekuatan.

Pages