Muhaimin Iskandar

Cak Imin dan Manuver Ecek-eceknya

Pernyataan itu membuat NU mulai bergerak mundur ke jaman kegelapan. Ke masa ia menjadi partai politik. NU dikendalikan oleh beberapa elit demi kepentingan politik. Ini sebuah manuver yang mencengangkan. Orang-orang mulai kehilangan kontrol untuk menahan diri dari bujukan tarian politik praktis yang molek dan menggairahkan.

Cak Imin Everywhere

 
Tujuannya satu, yaitu jadi Calon Wakil Presiden. Agak aneh memang, dimana-mana orang berlomba jadi Capres, eh cak Imin cukup jadi cawapres.
 
Kenapa Cawapres ? Karena cak Imin mungkin tahu bahwa jadi Capres itu berat, biar Dilan saja.. eh. Karena itu yang paling mungkin adalah Cawapres. Disini kita bisa ambil positifnya, bahwa sikap tahu diri itu sungguh berharga..
 

Menimbang Cak Imin Sebagai Wapres

Ilustrasi

Dari hal di atas, Cak Imin tentu saja berperan dalam mengkapitalisasi suara untuk Jokowi 2014. Hanya saja, beliau tak boleh menggunakannya untuk menekan Presiden agar memilihnya menjadi cawapres

NU kultural di Jateng juga besar. Sebagian NU kultural di Jatim juga sudah ke Jokowi. Rasanya bukan Cak Imin yang akan masuk dalam pilihan NU kultural di 2 provinsi basis NU itu.

Gerak Cak Imin Jadi Cawapres Jokowi

Ilustrasi

Apalagi peran Cak Imin memang besar saat 2014 lalu. Tanpa beliau dan alm. kyai Hasyim Muzadi, Jokowi mungkin kalah di Jatim akibat isu yang disebar oleh tabloid Obor Rakyat yang masif. Ada 10 dari 38 kabupaten/kota dimana Jokowi kalah di Jatim. Apalagi jika Gus Ipul-Puti (yang didukung PKB-PDIP) menang.

Pages