move on

Covid Apalagi?

Enough is enough.

Sudah waktunya berhenti mengikuti medsos --bahkan jangan lagi membaca DI’s Way. Tidak ada lagi yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang Covid-19. 

Saya bisa menduga --terhitung mulai hari ini-- siapa pun yang masih gila medsos berarti memang ingin gila beneran. Setidaknya ingin agar dirinya terkena penyakit depresi yang lebih dalam. Dan kalau depresi itu terjadi, Covid-19 lah yang horeee --termasuk cebonger dan kampreter.

Boikot dan Move On

Ilustrasi

Itulah cara-cara beradab dalam berkomunikasi dan bersikap. Anda tak bisa memaksa saya menganggap selesai persoalan yang sama sekali belum selesai. Anda tak becus kalau secara serampangan menuduh saya belum move on. Sebaliknya, kalian berhak menuding saya manusia sampah kalau setelah Si Dul minta maaf secara tulus saya masih juga uring-uringan dan merepet. Itu yang dinamakan belum “move on”, dodol.

Move On

Ilustrasi

Anehnya, ada sekelompok orang yg nyuruh pencinta Ahok-Djarot move on, tapi mereka tidak bisa move on dari seseorang yg belum pernah memimpin, belum pernah berbuat kebaikan utk masyarakat bahkan belum pernah jadi pejabat pelayan publik. Dengan segala janji, mereka memaksa org lain bahwa orang itu layak jadi pemimpin. Kalau sekedar janji mah, semua tukang kecap mengatakan kecapnya no 1.

Saya Menolak Move On

 

Jika Pilkada hanya sekedar perhelatan politik lima tahunan, saya memang gak mau memikirkannya lagi. Saya setuju perhelatan itu sudah selesai dan kini jakarta memiliki Gubernur baru. Itu faktanya. Bagi saya sendiri yang bukan bagian dari tim sukses, bukan termasuk organ relawan dan bukan warga Jakarta juga, gak ada urusannya terus menerus berkubang dengan menang dan kalah dalam Pilkada yang lalu.

Pages