Moeldoko

Moeldoko dan Buzzer

Bahasa Indonesia memang terasa lebih enak kalau dibacem, dan perlu. Seperti tempo, eh, tempe ding. Lebih karena sudut pandang. Kadang juga pandang yang tersudut. Jadi ngawur tak apa. Asal narasinya keren. Apalagi dengan diksi yang sastrawi.

Padahal, dalam bahasa komunikasi internet, perilaku netizen telah diamati dengan melihat kecenderungan konten dan konsistensiny. Hinga muncul definisi seperti buzzer, influencer, content creator, yang satu sama lain sangat berbeda.

Inikah Cawapres Jokowi?

Ilustrasi

KALO SAYA..
Mari sama2 kita telisik SUMBER KEKAYAAN mereka, minimal dari LHKPN. Sebagian besar dari mereka sedang dan pernah menjadi pejabat publik.

Kalo LHKPN nya sudah kita telisik, mari banyak memdengar dari lingkungan mereka bekerja. Misal, apa dia nerima fee saat sekarang dan dulu menjabat, dari pengusaha atau anak buah misalnya

Pages