miskin

Kemewahan Kehidupan Prabowo Di Tengah Desa Miskin

Ilustrasi

Rumah ini dibuat berteras, mengikuti kontur perbukitan yang terhampar di punggung perbukitan. Dibagian depan, terdapat dua buah gerbang kayu setinggi 2,5 meter yang yang terlihat kokoh. Sementara, di sekeliling gerbang kayu terdapat pagar tembok sepanjang 10 meter. Gerbang yang pertama dijaga oleh empat orang petugas tegap berseragam rapi, yang mengecek setiap tamu. Dari gerbang ini tamu melintasi jalan berbelok menanjak, yang di satu sisinya dijadikan area penanaman cabai.

BPJS

Ilustrasi

Apakah masih kesal? Masih sangat dan kesal pake banget. Sampai akhirnya saya diinformasikan bahwa semua biaya ditanggung oleh BPJS. Termasuk biaya ambulance, tindakan, obat, laboratorium, rawat inap dan ICU.
Whaaattt? Seriously? Come on, you must be joking! Pokoknya gitu deh ekspresinya
Semua hormon hormon yang bikin kesal hilang, kortisol dan hormon negatif lainnya lenyap seketika.

(Terus) Dibohongi Pakai Prabowo

Ilustrasi

Kalau sudah begini, apakah masih ragu kalau Prabowo adalah bagian dari "Timses" Jokowi? Dan berkali-kali juga saya katakan, bahwa kalian sedang Dibohongi "pakai" Prabowo. Pedih kan Pret? Sepedih seorang Jomblo yang pedekate hampir lima tahun tapi pujaannya malah jadian sama orang yang sangat kamu benci. Makanya jangan terlalu serius dan tegang apalagi sampai ngajak perang kawan sendiri. Jika masih ngeyel, sebaiknya kamu sediakan obat pereda pusing dan sesak napas pasca 17 April 2019 nanti.

Siapa Saja Yang Pernah Dibenci Prabowo?

Ilustrasi

Yang juga sempat memantik reaksi besar yaitu pernyataannya mengenai tampang Boyolali yang tidak biasa masuk hotel mewah. Akibatnya orang-orang kelahiran Boyolali memprotes keras bahkan terjadi demo besar-besaran di kota susu itu. Tak lama dari pernyataan tentang tampang Boyolali, Prabowo lagi-lagi membuat blunder dengan tidak menghargai profesi ojek. Baginya, lulusan SMA yang hanya jadi tukang ojek tidak memiliki masa depan cerah. Sesat fikir soal ini adalah, bahwa tukang ojek sulit kaya tapi bahwa kehidupan sehari-hari masih bisa mereka dapatkan.

Keadilan

Oleh: Erizeli Bandaro
 

Seorang pria, kurus dan bingung di ruang tamu tanpa perabotan. Istrinya terus ngomong dan kadang histeris ketika di timpalinya. Anaknya terus merengek dalam pelukan ibunya karena sakit. Pemilik kontrakan sudah memberi ancaman yang ketiga kali. Tidak bayar sewa, keluar. Pria itu menatap nanar ke sekelilingnya. Dia kehilangan akal untuk menenangkan istrinya. Kehilangan kekuatan bicara tentang sabar ketika dapur sejak kemarin tidak mengepul, anak sakit yang tak bisa di bawa kerumah sakit, rumah kontrakan yang nunggak tiga bulan.

Pages