Militer

Desakralisasi Purnawirawan TNI

ilustrasi

Akan tetapi, yang menarik di Pilpres 2019 ini adalah munculnya gerakan kolektif purnawirawan TNI dan Polri yang masih memakai identitas militer dan polri sebagai basis dari wajah politik mereka di publik. Karena wajah militer/polisi yang dikedepankan dan mengerucut menjadi identitas dari gerakan kolektif ini maka suka atau tidak, gerakan kolektif ini menarik institusi TNI dan Polri untuk secara tidak langsung, ikut 'bermain politik' juga.

Mengapa Prabowo Ngamukan?

ilustrasi

Contoh nyata intervensi Croc brain, mereka menggembar-gemborkan isu 10 juta tenaga kerja asal Cina masuk ke Indonesia? Reaksi primitif orang yang berlogika jeblok pasti akan timbul rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur dan lain-lain. Namun isu gombal ini pasti tidak akan masuk ke akal waras orang yang berlogika sehat. Karena secara faktual dan berdasarkan undang-undang hal itu tidak akan mungkin terjadi.

Prabowo Lebih Berbahaya Dibanding Soeharto

ilustrasi

Meskipun keduanya mempunyai sifat sama-sama otoriter tapi bisa dikatakan Prabowo lebih berbahaya dibanding Soeharto. Soeharto mempunyai pengendalian diri yang kuat dan penuh perhitungan sedangkan Prabowo mempunyai karakter yang sangat emosional dan pengendalian diri yang sangat rendah. Dia dengan mudah bisa mengumbar amarah dimana saja untuk sesuatu alasan yang sepele. Dan dalam melaksanakan rencananya pun Prabowo sering grusa-grusu dan tanpa perhitungan yang cermat.

Ini Alasan Prabowo Selalu "Ngajak Perang" Setiap Debat

ilustrasi

Prabowo masih merasa hidup di zaman Orde Baru. Ia masih terbawa romansa masa lalu. Ia merasa bahwa masa terbaik dalam hidupnya adalah pada saat dirinya menempati puncak karir sebagai Panglima Kostrad hingga akhirnya dipecat dari militer karena dianggap bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis saat Soeharto lengser.

Prabowo Di Timtim Bersimbah Darah

ilustrasi

senjata yang dirampas disembunyikan di hutan dan kemudian tentara yang berpatroli tersebut dilaporkan hilang kepada komandan batalyon mereka;

orang-orang Timor Timur yang melaksanakan tugas tersebut kembali melapor ke Batalyon 328 dan kemudian orang-orang Timor Timur ini disertai sejumlah prajurit dari Batalyon 328 menuju ke tempat senjata senjata tersebut disembunyikan;

Pages