Menteri Keuangan

Prabowo Tuduh Menteri Keuangan Sebagai Menteri Cetak Uang

ilustrasi

Dengan peringkat tersebut adalah SALAH menyatakan utang negara sudah dalam stadium lanjut. YANG BENAR adalah kondisi keuangan negara dalam keadaan sehat dan bugar. Seharusnya semua calon presiden menyampaikan informasi yang benar pada rakyat, bukan ucapan menyesatkan dan bahkan bertujuan menakut-naluri rakyatnya.

SRI

 

Bu Sri melaporkan, bahwa sampai akhir tahun 2018, penerimaan negara mencapai 100 persen! Sesuai target APBN - 1.894,72 triliun.
Dengan belanja negara mencapai 2.220 triliun, memang masih ada selisih, hanya - dibawah 2%- itu sudah aman. Sangat bagus.

Bak ibu rumah tangga, yang melaporkan pada suaminya: tak terjadi besar pasak dari tiang, cukup makan dan kenyang, anak-anak tenang. Ini prestasi -akhir tahun- yang -SANGAT- luar biasa, membawa optimisme di awal tahun 2019.

Jokowi, Mulyani, Serius Ga Urus Negara

Ilustrasi

Nah, ketika Jokowi terpilih memimpin negeri ini, dia langsung menggagas Tax Amnesty sekaligus mencetak emisi Rupiah baru. Praktek uang ilegal seketika menjadi terhenti dan aset di luar negeri yang tersembunyi menjadi buah simalakama. Ibarat penjual sate yang sedang dipalak 200 tusuk sama Sundel Bolong. Di kasih tekor, gak dikasih binasa! Apalagi Jokowi mengutus Sri Mulyani untuk berperan aktif dalam Kesepakatan Transparansi Keuangan Internasional 2017. Aset-aset itu semakin tak bisa bersembunyi.

Sri Mulyani, Wonder Women Economic of Indonesia

Ilustrasi

Ia tak hanya melakukan tugas utama Menteri Keuangan: memastikan kesinambungan fiskal dan menggunakan fiskal sebagai instrumen untuk pertumbuhan, stabilitas dan alokasi anggaran untuk mencapai target pembangunan seperti mengurangi kemiskinan, perbaikan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

Sri Mulyani bergerak lebih jauh. Dan hal ini dilakukannya jauh sebelum ia mendapatkan penghargaan ini.

Saat Sri Mulyani Diakui Dunia

Ilustrasi

Mengapa SMI dapat beprestasi hebat di era Jokowi sementara di era SBY tidak berkilau? Karena Jokowi bisa memanfaatkan potensi SMI secara optimal dengan otoritas yang jelas tanpa memberikan peluang pihak manapun menintervensinya. Jadi dia benar benar Proxy presiden. Siapapun selain presiden engga dia anggap. Mengapa ? karena memang Jokowi pasang badan atas setiap kebijakannya yang berdampak politik. Tidak sedikit elite politik mengeluh karena kebijakan Anggaran SMI, tetapi Jokowi tidak terpengaruh.

Pages