menteri agama

Tanpa Menteri Agama yang Berani dan Konsisten, Negeri Ini akan Ambyar

Bagaimana dengan Menag Fahrul Razi ? Sebaliknya, dia langsung loyo dibabat kaum intoleran. Saya terkecoh, ternyata saya korban PHP. Bagaimana mungkin seorang menteri agama yang katanya menasbihkan dirinya sebagai Menteri Semua Agama di NKRI langsung loyo dan mengamini kesepakatan (yang sudah pasti penuh tekanan dan ancaman) dari kelompok masyarakat yang mengalahkan aturan negara dalam UUD 1945 ?

Untung Menteri Agama Bukan dari NU

Terhadap khilafah, beliau sangat keras menolak. Beliau meminta siapapun yang masih mendukung khilafah agar keluar dari Indonesia. Bagi para PNS hendaknya segera keluar dari PNS jika masih mendukung khilafah. Soal celana cingkrang dan cadar, beliau juga cukup tegas. Beliau mewacanakan untuk melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintahan.

Bukan Menteri Nganu

Lhah, kok diskriminatif gitu, hanya karena bukan nganu? Apalagi dengan klaim yang aduhai, bahwa kementerian agama adalah bla-bla-bla. Kita tahulah sejarah, sejarah kompromi Bung Karno dari Kaum Nasionalis dengan kelompok agamais hingga muncullah departemen agama. Dan gagah banget ada generasi sekarang ngeklaim kementrian itu memang didirikan untuk ngurusi umat Islam di Indonesia.

Umat Harus Jaga Citra Agamanya

ilustrasi

Apakah pernah umat Islam di sini memikirkan penghematan air wudhu? tagihan listrik mesjid? Mungkin jarang, walaupun ada yang begitu. Kita mungkin lebih enteng memakai air di mesjid toh tarif rumah ibadah nggak semahal tarif bisnis atau rumah. Apakah kita berpikir untuk menghemat penggunaan listrik di mesjid? Mungkin jarang, kan nanti bisa dibayar dari infaq umat. Tapi ingat uang infaq dan sodaqoh harus dipertanggungjawabkan secara benar. Kita harus transparan dan akuntabel.

NU Dan Politik

ilustrasi

Ini pentingnya berpolitik. Saya bersyukur di era Jokowi Menteri Agama dari NU. Kerjanya juga apik. Kalau ada kekurangannya ya wajar, wong ini kerja kelembagaan juga. Melibatkan struktur. Di era Pak Lukman, setahu saya, izin pendirian Ma'had Aly dipermudah. Lancar. Sebab pejabatnya juga tahu jerohan pesantren. Perintisan Ma'had Aly saya kira tidak akan bisa berjalan lancar manakala pejabatnya di luar jejaring pesantren. Kalaupun ada beberapa pesantren yang menolak bantuan pemerintah, juga tidak apa-apa.

Lukman Hakim, Sang Hafidz Yang Kalian Teriaki

Ilustrasi

Luqman Hakim Saefuddin adalah putra KH. Saefuddin Zuhri. Saat msh berusia 35 th, KH. Saefuddin Zuhri telah menjabat sbg sekjen PBNU, dan merangkap sbg Pemred Harian Duta Masyarakat.

Pada usia 39 tahun, beliau diangkat sbg Dewan Pertimbangan Agung (DPA RI), dan pada usia 43 tahun dipercaya menjabat Menteri Agama oleh Presiden Soekarno.

Agar di Mimbar Tak Ada Khatib Berteriak :"Monyettttt"

Dari sini, dari fakta betapa luasnya pikiran manusia ini, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya makhluk di muka bumi yang tak mungkin dibatasi oleh manusia adalah pikiran. Ia terus berkembang dari zaman ke zaman. Inilah hadiah terbesar yang pernah dianugerahkan Allah SWT kepada manusia melebihi hadiah besar mana pun!

Ketika Ibadah Jadi Sarang Kebencian

Sertifikasi penceramah agama adalah langkah maju dari pemerintah saat ini. Mungkin harus ada kejadian dulu baru kita tanggap akan situasi.

Selayaknya kita belajar dari negara lain yang sudah menerapkan itu jauh hari sebelumnya. Iran dan Mesir mungkin bisa jadi rujukan, karena mereka pernah mengalami situasi pahit dimana ulama dijadikan kendaraan untuk kekuasaan..

Pages