medsos

Hati-hati Hoax Penculikan Anak

Ilustrasi

Tapi ada yang lebih parah. Orang yang dituduh penculik, sudah ada yang dihakimi massa sampai meninggal. Padahal ia sedang mau antar beras ke rumah anaknya. Itu terjadi di sebuah desa di Kalimantan Barat. Di Brebes, ada juga yang dikeroyok hingga luka berat. Belum lagi banyak orang dengan gangguan jiwa yang juga di aniaya masyarakat yang termakan hoaks itu.

Nanti Nggak Viral

Setelah itu, beberapa perdebatan keras muncul. Ia juga tampaknya tidak paham dengan definisi hoaks dan juga bagaimana artikel narasi kontrak hoaks disusun. Sampai akhir acara pun, di ruang tunggu, saya menantang keabsahan teori untung rugi yang ia paparkan. Saya tunjukkan kasus situs skandalsandiaga dot com. Saya tanya, siapa yang dirugikan? "Tentu saja Sandiaga." Kenapa tim Jokowi juga ikut menyerukan supaya situs itu ditutup? Ia diam.

Saat JKT 58 Meratapi Salah Pilih Gubernur

Ilustrasi

Mereka mudah saja dijanjikan untuk tidak digusur. Yang di pinggir kali sempit selebar 2 meter. Yang tanggulnya hanya diperbaiki tanpa memperbaiki problem utama (kali yang sempit). Lalu jebol lagi

Mereka mudah saja dijanjikan punya rumah dengan DP NOL-NOL-an. Padahal mereka bahkan mustahil memiliki rumah itu karena penghasilan yang minim.

Menjadi Jihadis Medsos Ala MCA

Ilustrasi

Menghajar grup medsos/website produsen hoax, penyebar kebencian seperti ini jauh lebih hemat energi ketimbang harus debat, counter attack, diskusi panas, adu urat dengan para korban hoax, apalagi mengorbankan persaudaraan dan persahabatan. Terlalu sayang... apalagi penyebar hoaks itu sebenarnya adalah korban dari pembuat hoaks. Dosen gaptek, ustadz dan jamaah polos itu hanyalah korban dari ketidaktahuannya. Beritahu dengan sopan, ramah tanpa sedikitpun menyerang wibawanya.

Pages