Media

Sandyakalaning Media

 

Contoh. Ketika pemerintah Arab Saudi kemarin resmi mengumumkan bahwa tahun 2020 ini ibadah haji diadakan terbatas hanya untuk warganya (cuma 1000 orang), media kembali seenaknya menulis berita dengan judul yang buat gue bukan cuma menyesatkan tapi juga jahat.

"Alhamdulillah, Arab Saudi Putuskan Gelar Ibadah Haji 2020."

Media Bermain Clikbait Corona?

ilustrasi

Lihat saja dalam gambar, seorang rektor bahkan salah membaca sebuah berita di detik.com. Jelas-jelas yang dinyatakan meninggal adalah pasien suspect ke 25, bukan meninggal 25 dan kebetulan dia WNA. Masak sekelas rektor tidak mencoba memahami pemberitaan itu. Musni Umar menyebut di Bali sudah meninggal suspect Corona 25 orang. Sebuah logika yang sulit diterima akal sehat namun itu dilakukan oleh orang yang sangat berpendidikan meski akhirnya dia meminta maaf atas kesalahannya.

Jokowi Di Halaman 1 Koran Financial Review Australia

ilustrasi

Ini rahasia dan jangan bilang siapa-siapa ya. Jokowi itu sekarang paling sering dibahas di berbagai media cetak dan elektronik dunia. Utamanya terkait dengan Jokonomik istilah media Korea untuk menyebut sistem ekonomi yang diterapkan Jokowi. Diurutan berikutnya masalah politik, dan sisanya tentang kesederhanaan keluarga Jokowi, pembangunan, tokoh Islam yang disegani, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehariannya.

NU Harus Kuasai Media

Ilustrasi

Kenapa harus kuasai media? 
Media saat ini seperti facebook, youtube dan twitter, banyak digunakan untuk penyebaran ideologi menyesatkan dan sarana saling beradu. Dan ini sangat berpengaruh kepada generasi muda. Tugas NU tidak ringan, menuntun generasi bangsa supaya tak mudah tersipu dengan gerakan radikal, ekstrim dan terorisme yang mana ajakan mereka 'semanis madu namun sebahaya racun'. 
.

Pages