Mbah Maimoen

Ngopi Bareng Mbah Maimoen

 

Ke Rembang kedua kalinya, setelah kunjungan pertama beberapa bulan sebelumnya nihil, ada harapan diterima Mbah Maimoen. Dua hari kami tunggu. Mas Hakim, temen saya yang anak pesantren dan ngerti bahasa Arab, sudah seharian saya minta nongkrongin ndalem Mbah Maimoen. Sampai akhirnya lampu hijau untuk kami ketemu. Tetamu Mbah Maimoen yang ngaudubillah ngantri.

Saya Berada Dalam Barisan Mbah Maimoen

ilustrasi

Hari ini, saya masih menunggu klarifikasi resmi dari politisi tak punya tata krama itu. Jika memang puisi nya bukan ditujukan untuk Mbah Moen, lalu mengapa enggan memberikan komentar jelas untuk siapa 'kau' di sana. Harus jelas puisi itu ditujukan kepada siapa dan mengapa. Supaya kami santri NU yang membacanya tak kemudian salah paham.

Fadli Zon Harus Minta Maaf

ilustrasi

Ulama Subang Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang KH Mochammad Abdul Mu'min menyebut Fadli Zon sebagai kurang ajar kepada ulama.

Fadli Zon sejauh ini berusaha mengelak bahwa sebutan kau itu bukan ditujukan untuk Mbah Moen. Klarifikasi atas pertanyaan Menteri Agama nampaknya dibuat terburu-buru hingga salah ketik. Yang bisa jadi menunjukkan kepanikan dia.

Keliru Besar Mentertawakan Mbah Maimoen

ilustrasi

Inilah maksud bahwa isyarah lebih didahulukan daripada tasmiyah (penyebutan). Jika kita kembalikan ke pembahasan nahwu tadi, maka jika Anda mengatakan: "Haadzal kitab," tapi Anda menunjuk pulpen, isim isyarahlah yang dimenangkan atas kata al-kitab. Isim isyarah berkonotasi ke mana? Ya berkonotasi pada yang ditunjuk tadi, yaitu puplen.

Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Jangan Berguru Pada Ustadz yang Abu-Abu

Dai

Syarat menjadi 'Alim adalah belajar dan syarat belajar termasuknya belajar dari Orang Alim, dan belajar dalam hal Ilmu agama tidaklah cukup dengan hanya membaca saja. Ini baru satu syarat saja, belum yang lainnya....

Kita ini punya Ulama kaliber internasional yang memenuhi semua syarat di atas, Simbah Yai Maimoen dan Simbah Yai Mushthofa Bisyri, lalu jika ada emas, kenapa pilih tembaga?

Pages