ma'ruf amin

Melampaui Politik

ilustrasi

Tetapi Jokowi tetaplah Jokowi. Dia tidak peduli apakah cium tangannya kepada orang yang lebih sepuh atau langkah kakinya untuk menjenguk orang yang sedang sakit berdampak secara politis atau tidak. Barangkali dia berpikir kalau berdampak ya alhamdulillah, tetapi kalau pun tidak ya tetap alhamdulillah. Tidak ada yang dirugikan dengan membuat orang lain senang, bukan?

Saya Tak Mengagumi Kiai Ma'ruf Tapi Tetap Dukung Jokowi

 

Nah, Kiai Ma'ruf Amin ini adalah keturunan Syaikh Nawawi itu. Jadi, dari segi genetik, "darah keulamaan" Kiai Ma'ruf tidak diragukan lagi karena mengalir dari kakek-buyutnya yang hebat itu. Dengan kata lain, keulamaan dan kesantrian Kiai Ma'ruf itu 100% ori, bukan "KW 12" kayak cawapres dari "kubu RT sebelah".

Ma'ruf Amin Senang, Mahfud MD Sedih?

Beliau memang manusia biasa meski berpredikat ulama. Tapi harap diingat beliau adalah cucu Syech Nawawi al-Bantani. Ulama besar Imam Besar Masjidil Haram. Guru 'ngaji' mBah Hasyim Asy'ari dan mBah Ahmad Dahlan. Nalarnya pasti dibalut 'naluri' keulamaannya.

Saat ini justru mungkin Kiai Ma'ruf ketawa sendiri. Membayangkan dirinya pakai pakaian resmi. Sorbannya mau disampirkan dimana ? 

Pages