Maju

The Mentality Of PANJAK (Jongos, Kacung, Budak)

ilustrasi

Tak demikian halnya bagi banyak teman segenerasi saya, "pengabdian" mereka pada keluarga "wong gede" itu malah berlanjut hingga sekarang. Tak seperti saya yang mengalami berbagai tamparan transformasi budaya luar Lombok bahkan luar negeri, teman-teman saya hingga kini masih banyak yang justru mewariskan tradisi "manjak" atau "ngejongos" atau "ngawulo" pada para aristokrat sosial lama dengan label baru: Pejabat, Juragan, Cukong, Boss dan sejenisnya.

Narasi Rindu Khilafah

ilustrasi

Menariknya, negara-negara yang tadinya berdiri dengan identitas agama, ikut berubah. Termasuk negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Negara berdiri dalam identitas beragam, dari sisi agama maupun etnis. Bentuk kerajaan pun ramai-ramai ditinggalkan. Negara-negara republik berdiri. Yang masih mempertahankan bentuk kerajaan, tidak mengambil bentuk monarki absolut, tapi berperilaku mirip dengan negara-negara republik.

Pilih Kemajuan Seperti China Atau Pakistan?

ilustrasi

Membaca fakta ini, saya sedikit khawatir menemukan fakta di sekolah-sekolah kita. Ada kemiripan juga dengan Pakistan. Dari penelitian lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan lebih dari 40% guru agama di Indonesia berpendapat bahwa belajar ilmu pengetahuan tidak penting, yang penting adalah ilmu agama. Mudah-mudahan hasil survei tsb.tidak benar-benar menggambarkan fakta di kalangan guru.

Kita Idolakan Negara Barat Tapi Yang Ditiru Negara Timur

ilustrasi

Ada rektor kirim gambar sedang berlangsung seleksi masuk universitas negeri lewat prestasi hafal quran. Apa relevan? Apa adil? Coba tanya ke Universitas Malaya, di negeri muslim tetangga sebelah, yang rankingnya bagus, jauh di atas ITB, apa ada seleksi masuk PT dengan kriteria prestasi hafal quran. Nggak perlu tanya ke MIT atau Oxford, sudah pasti nggak ada seleksi serupa itu.

Pilpres 2019, Mundur Atau Maju Indonesia Terletak Di Tanganmu

ilustrasi

Di skala yang kecilan, ini kejadian di DKI. Waktu itu Ahok lagi ngebut kerja kerja kerja, eh, kalah Pilkada gegara JKT58 kemakan janji-janji surga yg diumbar buat orang yang, maaf, ya gitu deh, rada kurkur; dipaketin sama issue gorengan penista agama, masuk lah tuh barang ke Mako Brimob. Jadilah pak Gabener yang sekarang dengan Tim TUGPP (apalah namanya) yg 74 orang itu. Hasilnya? Qlue yang udah jalan dan berasa seperti keajaiban buat warga Jakarta, tau tau ilang.

Pastikan Pilihan Kita Untuk Jokowi

ilustrasi

Dalam konstelasi pilpres yg tinggal 10 hari ini, kita tidak perlu bingung apalagi galau kenapa kita bisa beda pilihan dengan teman kita, saudara kita, adik kita, kakak kita, bahkan isteri atau suami kita. Itulah demokrasi. Kita heran dgn mereka knp milih si A, merekapun heran dengan kita knp milih si B. Masing2 punya latar belakang, alasan dan pemahaman sendiri2. Kita tidak mungkin mengharapkan setiap orang memiliki pemahaman yg sama dengan kita.

Indonesia Kian Maju

ilustrasi

Semua kontruksi dibuat tahan gempa di atas 9 SR. Setelah resmi beroperasi, di bawah sini (stasiun/ platform/ kereta) akan ada sinyal dan wifi. Pasti orang-orang pertanyakan itu, jadi tenang saja.
.
Another unforgetable moment, bisa berjalan kaki di terowongan nya @mrtjkt
.
Tidak hanya kereta, fasilitas, keamanan dan lain-lain yang diperhatikan, jalur layang maupun bawah tanah juga selalu dipantau dan dirawat 24 jam penuh.
.

Demokrasi Ala Surabaya

ilustrasi

Kasus bu Risma jadi Wali kota Surabaya memang unik. Dari awal, ada partai yang mengorbitkan, masyarakat Surabaya juga termasuk cerdas dan jujur dalam memilih. Meskipun di perjalanan jabatan periode 1 sempat ada ontran-ontran mau dilengserkan karena mungkin tidak mau diajak 'kompromi' sama pejabat-pejabat di daerah(DPRD) atau tokoh partai, tapi backing pucuk pimpinan partai pengusungnya cukup kuat dan dukungan masyarakat tetap konsisten, gagallah pelengseran itu.

Pages