mafia

Pembenci Jokowi Terus Disesatkan Sampai Tersesat Beneran

Kehadiran Jokowi di jajaran elit politisi tanah air dengan segenap kontroversi yang menyertai adalah awal dimulainya produksi hoax atau berita bohong yang hingga saat ini masih tetap ada.

Salah satu faktor penyebab hoax tersebut dengan mudah menyebar adalah minimnya indeks literasi masyarakat. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang tak diikuti pemahaman penggunanya, kian melancarkan penggiringan opini yang beredar di tengah masyarakat menuju tujuan pembuatannya.

Mafia Sweeping, Mafia THR, Mafia Beras, Mafia Pathok!

 

Aktiftas mafia sweeping sudah berkurang sekarang. Syukurlah.

Yang belum tertangani tuntas adalah mafia THR. Apalagi di Jakarta sekarang mulai lagi beredar surat dari mafia THR ke kantor-kantor. Mereka minta duit. Minta begitu saja, kayak ketemu orang di pinggir jalan lalu dia ngomong, "Minta duit, dong." Enak banget, ya. Kerja kagak, bantuin kagak, tiap lebaran minta THR.

Buwas Segera Komandoi Bulog

Ilustrasi

Pak Djarot yang digantikan Pak Buwas, tidak jelek. Beliau orang baik. Rekam jejaknya di BRI juga baik. Tapi era ini butuh karakter seperti Pak Buwas, yang gesit. Dari 2 taun lalu agak heran kenapa Pakdhe memilih figur yang kalem untuk tugas berat mensukseskan Nawacita

Mudah2an stok pangan cukup untuk Ramadan dan Idul Fitri. Juga menjaga inflasi dari harga bahan pangan

Cacing Parasit Itu Memang "Mematikan"

Ilustrasi

Menurut saya, isu cacing parasit dalam ikan kemasan bisa jadi salah satu strategi perang asimetris untuk memutus mata rantai para mafia laut itu. Cacing itu kini benar-benar "mematikan". Masyarakat instan sebagai konsumen ikan kemasan berangsur-angsur kembali kepada ikan segar sebagaimana yang sering dikampanyekan oleh pemerintah. Merosotnya permintaan komoditas ikan kemasan memang mengorbankan "sebagian" produsen lokal meskipun faktanya bahan baku yang didapatkan melalui "impor".

Jokowi Bubarkan Negara Ala Prabowo Sebelum 2030

Ilustrasi

Ucapan Prabowo yang menyebar pesimisme dengan teror ketakutan bahwa pada tahun 2030 bahwa Indonesia bubar, itu benar adanya. Teror dan ketakutan itu akan berlaku di kalangan para mafia, koruptor, bandit, konglamerat hitam, kelompok radikalis dan seterusnya. Jika Prabowo menjadi Presiden 2019, maka teror yang berlaku untuk para mafia itu akan lenyap. Mengapa?

Tak Ada Hari Libur bagi Wamen ESDM Arcandra Tahar

Telah menjadi rahasia umum, Kementerian ESDM sejak lama menjadi sarang mafia. Di kementerian ini setiap harinya sudah biasa membicarakan dana dengan nominal ratusan juta. Bukan ratusan juta rupiah melainkan ratusan juta dolar AS yang dirupiahkan mencapai triliunan. Banyak pihak yang bermain dalam setiap proyek. Dan salah satu tugas duo Jonan-Arcandra adalah membersihkan ESDM dari tikus-tikus yang demi kepentingan pribadinya mengincar cipratan dana dari proyek-proyek yang ada. Jonan-Arcandra bekerja keras agar negara dan rakyat Indonesia mendapatkan haknya.

Arcandra dan Ahok, Keduanya Di Benci Mafia dan Politisi Busuk

Oleh : Gunawan

Siapa bilang Ahok dibenci karena agama bukan Islam atau disebut kafir oleh orang-orang yang benci padanya. Arcandra yang jelas-jelas muslim juga dibenci dan dihalang-halangi untuk jadi menteri ESDM lagi. Hal yang sama terjadi kepada Ahok yang dibenci dan dihalang-halangi untuk jadi gubernur DKI lagi. Jadi bulshit mereka itu membela kepentingan agama dengan kedok jangan pilih pemimpin kafir. Namun nyatanya Arcandra yang jelas-jelas muslim juga dihalang-halangi untuk jadi menteri ESDM.

Mafia VS Jokowi

Ilustrasi

Oleh Liza Novijanti

Mengapa mafia sulit diberantas? Karena mereka mempunyai sumber dana yang kuat. Darimana dana itu berasal? Dari rakyat. Kok bisa? Ya, karena para mafia itu mendirikan bank untuk menggalang dana segar dalam membiayai beberapa perusahaan di bawah naungannya. Itulah mengapa para mafia yang biasanya konglomerat itu bisa kuat tak tergoyahkan dan menguasai perekonomian Indonesia.

Pages