lockdown

Jangan Asal "Lockdown" Kampung

Tapi apakah semua orang seperti itu? Di kampung mertua saya, tak sedikit yang hidup dari berkeliling menjual ini-itu. Ada yang jualan es krim, bakso, siomay dll. Mereka hidup kekurangan. Ketika kampung-kampung diportal, mereka jadi tidak bisa bekerja. Mereka todak punya menghasilan. Tidak ada yang bisa dimakan. Anak-anak mereka akan menangis karena tidak punya susu.

Nge-Lockdown

Faktanya, Senin pagi di Jkt terjadi jejalan massa penumpang Trans Jakarta, MRT krn beberapa rute dikurangi termasuk intervalnya. Setelah sekolah diliburkan dan sbgn pegawai kerja dari rmh, ternyata calon penumpang masih banyak. Perhitungan Gubernur DKI meleset, Anies yg tadinya mulai dipuji krn langkah berani beda dgn presiden, dg kejadian penjejalan penumpang kembali di- bully
netizen. 

Pernyataan Penting Presiden Jokowi

2. Belajar di rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah perlu digencarkan, guna mengurangi penyebaran Covid-19. Adapun khusus belajar di rumah telah dipersiapkan dan dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibantu secara cuma-cuma lewat Ruang Guru, Genius, Google, Microsoft, Quipper, Sekolahmu, dan Kelas Pintar.

Lockdown Belum Perlu, Social Distancing dan Self Awareness Mutlak Dilakukan

Jika suatu daerah atau negara dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas public harus ditutup. Transportasi umum, sekolah, tempat hiburan, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warga pun dibatasi. Bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam.

Lockdown Atau Lojon?

Kini sejalan dengan masuknya Covid 19 ke Indonesia dan tatkala hari demi hari angka penderita merangkak naik, ada orang yang mulai teriak-teriak lockdown. Hei Parto Ekrak, saya kasih tahu ya, Indonesia tidak mengenal istilah Lockdown. Dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang kita kenal adalah Karantina Wilayah.

Pages