KRL

Tentang MRT, Kenapa Harus Bangga Pada Jokowi Bukan SBY Atau Soeharto?

ilustrasi

Generasi mendatang mungkin saja penasaran. Ternyata justru wong ndeso yang bisa membuat MRT terwujud. Mengapa pada saat yang katanya situasi ribut terus, banyak demo membully pemerintah, pengangguran tinggi, ekonomi buruk , pemerintah justru sukses membangun jalan tol, jalan raya, bandara, bendungan, rel kereta, MRT, LRT dan pembangkit listrik?

Kata orang, dia hanya meneruskan. Apakah betul?

Terima Kasih Untuk Senyuman Tulus Itu Pak

ilustrasi

Semua letih itu terlupakan karena mereka menikmati perjalanan bersama pemimpin yg mereka cinta. Pemimpin yang mau merasakan bagaimana sulitnya saat mereka membuka dan menutup aktifitasnya setiap hari dengan KRL. Hari itu semua keluhan mereka bisa langsung disampaikan kepemimpin mereka, tanpa jarak tanpa sekat. Bahkan mungkin, melihat langsung senyuman tulus itu saja mereka sudah cukup bahagia.

Jangan Pernah Takut, Diam, Atau Malu Alami Pelecehan Di Tempat Umum

Ilustrasi

Tapi beberapa saat kemudian, saya ngerasa lagi ada sesuatu yang bergerak maju-mundur di paha saya. Rasanya? Dunia seakan-akan gelap. Saya udah gelap mata dan akhirnya balik badan dan bilang ke dia itu, "Heh mas, jangan kurang ajar ya. Ga punya sopan santun. Ngapain gesek2 ke paha saya? Gila ya?", wah langsung gaduh. Dia langsung mundur ke belakang sambil bilang, "saya ga ngapa2in kok mbak" dan lain sebagainya. Semua bapak-bapak dan mas-mas di sekitar saya langsung narik kerah baju dia dan 'bag bug'.

Atapers Menghilang,' Kereta Revolusi Mental' Datang

Oleh : Setiyo Bardono

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyebutkan meski berjalan perlahan, program pemerintahan Jokowi melalui revolusi mental mampu mengubah pola pikir masyarakat Indonesia saat ini. Perubahan itu antara lain kebiasaan orang-orang menaiki atap kereta sudah mulai hilang.

Berita yang termuat di Kompas.com Jumat, 19 Februari 2016 dengan judul Hilangnya "Atapers" Disebut Puan Jadi Bukti Sukses Revolusi Mental itu menjadi perbicangan hangat oleh para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) di media sosial.

Pages