Konflik

Hoax Dan Masa Depan Bangsa

ilustrasi

Semrawutnya media sosial kita bertambah ketika ada kalangan terpelajar, perpendidikan tinggi bahkan orang yang seharusnya menjadi panutan umat, terjerumus dan ikut menyebar atau membuat hoax. Benar kata seorang relawan anti hoax Indonesia, "Title tinggi tidak menjamin seseorang mampu melek literasi dan bebas dari hoax. Karena yang menyebar hoax, profesor banyak, bahkan ustadz pun banyak". Jadi tak heran lagi jika hoax banyak menyasar orang-orang bawah. Sebab junjungannya sendiri saja menyebar hoax.

Jalan Kemanusiaan Yang Menyelamatkan Negeri

ilustrasi

Sebuah skenario yang mirip dengan modus Arab Spring termasuk di Suriah. Dimana jenazah para "Mujahid" diarak untuk membangkitkan semangat "Jihad". Kemudian dilanjut dengan Shalat Jenazah massal di lapangan terbuka. Ditutup dengan pekik Takbir dan seruan perlawanan terhadap penguasa yang dzalim. Dan akhirnya berujung rusuh atau perang saudara.

Abu Bakar Ba'asyir Dan Potensi Konflik Teroris Di Penjara

ilustrasi

Dari sini kita melihat bagaimana seorang Oman Abdurrahman bisa menjadi sebuah simbol perlawanan. Padahal dia "hanya" seorang Panglima dimana para tentaranya lebih banyak bersembunyi dengan melakukan taktik Perang Gerilya. Pun sebagian yang tertangkap juga rela menjadi martir karena sudah terikat dalam sebuah Baiat.

Asperger Dan Pilpres

Ilustrasi

Meicky terdiam. “I got your point,” susulnya kemudian.

Di dalam apa yang dianggap tidak normal, Ananda terhitung jenius dalam soal piano dan komposisi musik. Dia punya nama yang cukup bergaung di belantara musik klasik Eropa. Darinya lahir beberapa komposisi opera. Dia ditanggap di mana-mana, akhir bulan ini bakal berpentas di Washington.

Apakah China Musuh Islam?

Ilustrasi

"Dengan begitu mereka akan berkarya, membangun peradaban yang lebih baik bagi umat manusia walaupun saya sendiri tidak hidup dengan bergelimang harta, setidaknya saya tidak menjadi bagian dari propaganda yang hanya menghasilkan buih-buih di tepi lautan. Jumlahnya banyak, tapi kualitas nol"

"Tapi bu, musuh Islam saat ini sangat nyata."

Suku Uighur

Ilustrasi

Artinya China lebih berkepentingan menangani gerakan sparatis yang membahayakan wilayahnya ketimbang memberangus warganya yang beragama Islam.

Sebab, etnis Hui yang juga beragama Islam hidupnya biasa saja di China. Masjid dan mushola banyak berdiri. Acara keagamaan bebas dilaksanakan. Tidak ada tekanan terhadap aktifitas ibadah mereka. Islam etnis Hui bebas berkembang di China.

Sekedar Perbandingan Konflik

Ilustrasi

Coba renungkan! Betapa beruntungnya kita tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yg berdasarkan Pancasila dalam Bhinneka Tunggal Ika. Tidak perlu was was dan ketakutan ada peluru beterbangan, bom meledak kesana kemari, curiga pada yg orang lain karena takut musuh yg setiap waktu siap membunuh, dan aneka kekejaman, kedzaliman, ketakberperikemanusiaan lainnya.

Peta Konflik Muslim China

Ilustrasi

Ketiga, masyarakat juga perlu tahu bahwa konstitusi China menjamin kebebasan beragama termasuk Islam. Kehidupan muslim di China, di luar Xinjiang, sejauh yang saya ketahui berjalan baik bahkan pemerintah China juga membangun fasilitas bagi kepentingan Muslim seperti Hui Culture Park senilai 3,7 milyar dolar atau 51 triliun rupiah. Ketua umum PBNU dan kalangan NU lainnya juga pernah mengunjungi berbagai situs keislaman di China termasuk pesantren atau madrasah.

Pages