Komitmen

Jarum Ditumpukan Jerami

Ilustrasi

Merenungkan seorang Ahok seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Fanatisme ? Tidak. Lihatlah di sekeliling. Setiap hari, ya setiap hari kita disodori berita kepala daerah yang tertangkap tangan sebagai terduga dan tersangka koruptor. Kita bahkan susah menemukan pemimpin dengan integritas setara Ahok. Yang ada cuma tukang ngeles dan juara bohong.

Jadi kita sekadar bicara fakta.

Tokoh MCA Tak Selevel Dengan Generasi Muda NU

Ilustrasi

Kesalahan mereka itu karena opini yang mereka tulis di status dibangun tanpa basis data yang kuat, menuduh dan tanpa bukti. Lihat saja bagaimana Alfian Tanjung asal bicara soal PKI dan Komunisme bangkit tanpa bukti. Indonesia sangat terbantu dengan anak-anak muda NU yang sangat eksis dan siap menghadapi para perusak Negara ini. Disisi lain, Muhammadiyah yang mestinya lebih modern hamper keteteran mengikuti bahkan muncul di sosmed.

Pejuang Nilai

Ilustrasi

Bangsa ini sedang mengalami krisis nilai. Dan Ahok berjuang untuk nilai-nilai itu, bukan untuk dirinya sendiri. Nilai itu sendiri universal dan kebutuhan abadi manusia - disadari atau tidak. Para pejuang nilai mengatasi jarak dan waktu. Itu sebabnya para pejuang nilai akan abadi, meski kelak sosoknya telah pergi. Pejuang nilai mendapatkan kekuataannya dari kehidupan itu sendiri, bahkan mengatasi kekuatan uang maupun politik.

Homo Faber

Ilustrasi

Jadi begitulah, pada dasarnya manusia adalah homo faber, manusia itu hakikatnya bekerja. Kita mahluk yang tanpa makna jika tak melakukan apa-apa. Konsep manusia Yahudi bahkan mengajarkan eksistensi manusia terletak pada pencarian subjek atas predikatnya yang tiada henti. Dalam Islam, manusia adalah pemimpin di muka bumi -- ketahuilah, tak ada pemimpin yang tak menguasai/mengenal lingkungan tempat ia berada.

Jokowi, Presiden Berakhlak

Ilustrasi

Sementara kalian...?
Hanya suka bicara dan hanya bisa bicara, kasak-kusuk sebar fitnah, kebencian dan kebohongan. Sindir sana sindir sini, ceramah sinis membodohi rakyat. Semuanya hanya untuk mengganggu sang presiden yang tak pernah berhenti bergerak untuk rakyatnya itu. Kalian terus mencaci maki. Dan dia, nyaris tak pernah membalas semua cacian kalian. Dia membalas semua cacian dan fitnah itu dengan bergerak, berkelebat, membuka jalan kehidupan rakyatnya.

Pages