koalisi

Yang Pilih KPU Siapa Wahai BPN?

ilustrasi

Pimpinan DPR RI periode 2014-2019 dijabat oleh paket pimpinan yang diusung oleh Koalisi Merah Putih yaitu Setya Novanto (Golkar) sebagai ketua, dan empat orang wakil ketua yaitu Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fahri Hamzah, (PKS).

Siapa mereka? Mereka semua masuk koalisi 02.

Koalisi Perasuk Setan, Penebar Haram, Si Otak Licik

ilustrasi

Bersama dengan ormas-ormas radikal yang sudah kesetanan, mereka siap bergerak. Untuk mencapai tujuannya, Prabowo terlebih dahulu menciptakan kegaduhan opini. Begitu kegaduhan telah tercipta secara masiv dan sistematis, mereka dengan dipimpin Prabowo siap melakukan people power/kudeta atau pemberontakan.

Prabowo Selalu Benar

Ilustrasi

Sudah berkali-kali Prabowo jatuh terjerambab karena ulah perkataan dan perbuatannya sendiri. Bukannya mengingatkan, mereka justru mencari alasan yang membenarkan pengingkaran terhadap kenyataan. Mereka menganggap Prabowo sebagai suprahuman. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai titisan Allah. Jadi tidak peduli yang keluar dari mulut Prabowo hoax maupun kebohongan, akan dianggap sebagai kebenaran atau setidak-tidaknya menyamarkannya sebagai kebenaran.

Koalisi PADI Berantakan, Suasana Sangat Tegang

Ilustrasi

Rapat yang cuma diikuti 3 parpol pengusung Prabowo itupun konon berjalan tegang karena tidak ada kesepakatan mengenai logistik yang akan dipakai untuk kampanye. PKS dan PAN konon meminta Sandi yang menyediakan, tapi PADI meminta parpol pengusung bisa memberdayakan dan memobilisasi kadernya secara swadaya. Tensi rapat dikabarkan memanas saat membahas hal itu, terutama saat PAN dan PKS menanyakan komitmen sebelumnya yang belum tuntas, sehingga akhirnya dihentikan.

Politik Identitas Dan Kampanye Rekonsiliasi

Ilustrasi

Begitu mungkin pikir teman2 sebelum mendengar dan mencari keseluruhan pidato om Anies tampa tau konteks yg d bicarakan.

D sini terlihat jelas efek domino dan aftertaste dari politik perpecahan. Hasil dari 3 tahun Jakarta d tangan sang penista yg terus menerus d terpa caci maki d tambah setahun kampanye kebencian. Hal2 seperti ini menjadi "normal" bagi warga Jakarta.

Pages