Khilafah

Capres Minim Gagasan Pancasila

ilustrasi

Ini memang terkait dengan penguatan kembali Pancasila di era Presiden Jokowi yang tidak jelas blue print-nya. Berbeda dengan era Presiden Soekarno dengan Manipol-USDEK, dan Soeharto dengan P-4. Meskipun kedua program ini rawan kritik, tapi jelas landasan konseptualnya, dan strategi pendidikannya. Di era BPIP, garis besar itu belum ada, atau belum tersosialisasikan. Ini juga mengindikasikan belum kuatnya perumusan kembali diskursus Pancasila dalam lembaga ini.

Ideologi Pancasila vs Khilafah, Bendera Merah Putih vs Bendera Hitam

 

Bagaimana dengan Prabowo dan Sandiaga ? Secara pribadi saya masih percaya mereka berdua masih berjiwa nasionalis. Akan tetapi bagi saya mereka adalah sosok pragmatis yang membiarkan kelompok radikal Islam yang berideologi khilafah ini membonceng kendaraan mereka. Bahkan menurut saya kelompok radikal Islam ini merupakan motor penggerak untuk menggerakkan dukungan kepada Kubu 02. Jadi dapat dikatakan bahwa mereka melakukan kerjasama yang "mutualism symbiosis" kerjasama saling menunggangi dan saling menguntungkan.

Negara Khilafah Riyadhah Islamiyah (NKRI) Harga Mati

ilustrasi

Kini mereka kembali akan melakukan modus yang sama. Yaitu mencoba menyusup pada salah satu kandidat Pilpres 2019. Dan tetap akan melakukan cara-cara yang sama, yaitu dengan Politik Identitas. Disisi lain, belajar dari Pilkada DKI 2017, fakta bahwa sebagian perilaku pemilih yang mengacu pada Politik Identitas tak bisa dinafikkan. Oleh karena itu, Jokowi merangkul kelompok pemilih ini dengan cara yang benar dan difilter dengan benar salah satunya melalui peran NU.

Islam Labeling

ilustrasi

Yang terakhir, aksi peluk untuk melepaskan stigma bercadar itu teroris, agak miris karena sebelumnya banyak anggapan dengan melabeli selain wanita bercadar atau hijab panjang maka bukan syar'i. Tunjukkan Islam (bercadar) bukan teroris bukan meminta dirangkul, tapi tunjukkan Islam adalah agama yang ramah dengan merangkul, rangkul mereka yang anda anggap sesat, bidah dan kafir, rangkul lah mereka yang terusir di sampang, rangkul lah mereka yang menjadi tunawisma akibat rumahnya dihancurkan di lombok.

Khilafah Masih Jauh

Ilustrasi

Tapi saya cukup lega, melihat Prabowo masih berbaur dengan keluarga besarnya yang nasrani. Masih merayakan Natal bersama, masih mau mengucapkan Selamat Natal disaat para pendukungnya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang haram. Itu bukti bahwa Prabowo punya toleransi. Jauh didasar hatinya mungkin dia masih punya rasa kasih, dan rasa cintanya kepada Pancasila tetap terjaga.

Pages