Khilafah

Maaf Saya Bukan Jokower dan Bukan Ahoker

Ilustrasi

Oke, kita kembali ke laptop ya...
Saya harap pertemuan Pak Jokowi dan alumni 212 tidak membuat kita terbelah. Baik Jokower dan Ahoker harus bisa berfikir lebih panjang. Karena menurut pendapat saya, sebagai kapasitasnya seorang Presiden boleh ketemu dengan siapa saja. Gak ada larangan dan sudah seharusnya seorang Presiden yang baik melakukan semua itu untuk kepentingan rakyatnya. Jadi ya sah-sah saja.

HTI Berkamuflase Dari Papua

Ilustrasi

Sebagaimana kita ketahui bersama, pengadilan HTI beberapa waktu lalu sempat ramai di medsos. Gus Guntur Romli dan kiai Ishomuddin menjadi target lontaran miring dan fitnahan selepas beliau berdua menjadi saksi di PTUN. Dan setelah kesaksian yang membungkam itu, kini ada sebaran video ceramah seorang ustadz yang ada label bendera HTI yang diakhir videonya terkesan nasionalisme banget.

Tidak Percaya Diri Secara Intelektual, Membully Di Media Sosial

Ilustrasi

"Sesungguhnya khilafah adalah konsep yang penting dalam Islam. Allah mewajibkan kita menegakkannya. Tetapi pertanyaannya, khilafah seperti apa? Tentu bukan khilafah seperti dipercaya oleh HTI. Para ulama NU memaknai khilafah secara substantif. Pancasila adalah konsensus para pendiri bangsa yang merupakan perwujudan dari khilafah itu!"

NKRI sudah Khilafah

 

Di ruangan itu, rapat sudah selesai. Hal-hal yang menyangkut penanganan hukum atas HTI, sudah ketemu dan fix. Ada rasa getir di hati setiap kali menatap Indonesia. Tapi secara pribadi saya bersyukur karena lembaga Negara, aparat Pemerintahan maupun Hizbut Tahrir, faktanya “tidak kenal” saya. Jadi saya merdeka. Namun demikian saya tetap wajib “lapor” kepada diri saya sendiri:

Jubir HTI Terdiam Dengan Bantahan Ahli PBNU

Ilustrasi

Berikut ini saya ceritakan "debat panas" saya dengan Ismail Yusanto (juru bicara HTI) sebagai penggugat dalam urusan yang sensitif ini:

Dalam sidang gugatan eks-HTI di PTUN, Ismail Yusanto bertanya kepada saya sebagai saksi ahli, "Menurut saudara ahli menegakkan khilafah itu hanya ilusi, tetapi mengapa anda menyatakan bahwa HTI menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI?"

Perppu Untuk Kemaslahatan Indonesia

Ilustrasi

Pelaku bughot disebut sebagai 'baghin' yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan dengan pelacur (agama). Kenapa? Karena dalam sejarah Islam para pelaku makar memang selalu menggunakan agama sebagai kedok dan senjata, ego keislaman sebagai spirit gerakan dan kebencian atas nama agama sebagai semangat melakukan perlawanan.

Membungkam Jubir HTI Di Pengadilan

Ilustrasi

(Tapi yang pasti saya mulai tidak tertarik ide Khilafah Hizbut Tahrir karena isinya hanya dogma, bukan diskusi, isinya propaganda bukan kajian kritis, untuk semua persoalan yang dibahas, jawabannya cuma satu: Khilafah. Apapun masalahnya, jawabannya Khilafah. Saya masih ingat buletin-buletin HTI era SBY yang membahas kenaikan listrik dan BBM, proyek yang mangkrak dan investasi asing, semua solusinya: Khilafah.

Pages