Khilafah

NKRI sudah Khilafah

 

Di ruangan itu, rapat sudah selesai. Hal-hal yang menyangkut penanganan hukum atas HTI, sudah ketemu dan fix. Ada rasa getir di hati setiap kali menatap Indonesia. Tapi secara pribadi saya bersyukur karena lembaga Negara, aparat Pemerintahan maupun Hizbut Tahrir, faktanya “tidak kenal” saya. Jadi saya merdeka. Namun demikian saya tetap wajib “lapor” kepada diri saya sendiri:

Jubir HTI Terdiam Dengan Bantahan Ahli PBNU

Ilustrasi

Berikut ini saya ceritakan "debat panas" saya dengan Ismail Yusanto (juru bicara HTI) sebagai penggugat dalam urusan yang sensitif ini:

Dalam sidang gugatan eks-HTI di PTUN, Ismail Yusanto bertanya kepada saya sebagai saksi ahli, "Menurut saudara ahli menegakkan khilafah itu hanya ilusi, tetapi mengapa anda menyatakan bahwa HTI menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI?"

Perppu Untuk Kemaslahatan Indonesia

Ilustrasi

Pelaku bughot disebut sebagai 'baghin' yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan dengan pelacur (agama). Kenapa? Karena dalam sejarah Islam para pelaku makar memang selalu menggunakan agama sebagai kedok dan senjata, ego keislaman sebagai spirit gerakan dan kebencian atas nama agama sebagai semangat melakukan perlawanan.

Membungkam Jubir HTI Di Pengadilan

Ilustrasi

(Tapi yang pasti saya mulai tidak tertarik ide Khilafah Hizbut Tahrir karena isinya hanya dogma, bukan diskusi, isinya propaganda bukan kajian kritis, untuk semua persoalan yang dibahas, jawabannya cuma satu: Khilafah. Apapun masalahnya, jawabannya Khilafah. Saya masih ingat buletin-buletin HTI era SBY yang membahas kenaikan listrik dan BBM, proyek yang mangkrak dan investasi asing, semua solusinya: Khilafah.

Bersembunyi di Ketiak Umat

 

Kasus mesum yang tersebar di berbagai media dengan chat dan pose nudis itu kasus termasuk kategori kriminal. Ketika seorang penceramah agama dijadikan tersangka karena kasus itu, bukan berarti polisi menjadikan penceramah agama sebagai tersangka. Dia sebagai tersangka karena berbuat mesum. Gak ada hubungannya dengan profesinya sebagai pendakwah.

Makna Nasionalisme Ala TGB

Ilustrasi

Dalam suatu kesempatan Tuan Guru baru - baru ini mengatakan bahwa Nasionalisme dan Islam dapat berjalan beriringan. tidaklah sama Nasionalisme yang didapat di jazirah arab sana dengan nasionalisme yang muncul dari spirit syuhada dan Ulama di tanah air kita. Nasionalisme di tanah arab adalah diberikan oleh para penjajah. dengan tujuan memecah belah jazirah arab.

Benarkah Khilafah Indah?

Ilustrasi

3. Hasan bin Ali kemudian dibaiat menjadi pengganti imam Ali. Qais bin Sa’ad, panglima perang pasukan Ali bin Abi Thalib, adalah orang pertama yang memba’iat Hasan sebagai Khalifah, kemudian diikuti oleh penduduk Kufah. Begitulah tren saat itu, khalifah dibai’at secara personal dan kemudian diikuti oleh bai’at berjamaah di masjid. Tidak ada pemilihan umum.

Pages