Khilafah

Kampanye 02 GBK, Kampanye Prabowo Atau Reuni 212?

ilustrasi

CUMA JADI BUIH

Jadi kelompok Islam di kubu Prabowo pada nantinya hanyalah buih ombak menuju pantai. Lenyap dan tidak dianggap oleh Prabowo jika dia menang. Sebab selama ini, Prabowo memang terlihat lebih memanfaatkan suara Islam di belakangnya yang khawatir tidak punya cantelan dan tentunya penghidupan.Ketimbang berperilaku sebagai seorang Muslim.

SBY Peringatkan Keras Cara Kampanye Prabowo

ilustrasi

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan "inclusiveness", dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua" Juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. "Unity in diversity". Cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim.

Pak Din Dan Khilafah

ilustrasi

Usai menerima Ustadz Abdus Somad, Pak Din bilang Khilafah itu bagian dari ajaran Islam, disebut di dalam al-Qur’an, karena itu tidak perlu ditakuti. Namun, di sisi lain, komentar berikutnya aneh bin ajaib: Meski Khilâfah ajaran Islam, kata beliau, “kita tidak terima kalau negara Pancasila mau diganti dengan ajaran tersebut.” Terus terang saya bingung dengan kekacauan statemen seperti ini: yakin khilafah ajaran Islam, tetapi menolak untuk diterapkan.

Hashim Djojohadikusumo Dan Khilafah Dibelakang Prabowo

ilustrasi

FPI-lah yang mampu mewujudkan aksi 212 terjadi, bukan PKS atau HTI, mereka hanya mengikut kesuksesan FPI. Namun toleransi dalam merangkul FPI, membuat Hashim pun harus menerima dukungan dari eksponen pengusung khilafah seperti HTI, ataupun dari mereka yang dulu bersimpati kepada gerakan DI/TII. Tentu saja bukan politik kalau tidak ada paradoks, apalagi politik khas Indonesia yang masih mengagungkan politik identitas padahal seringkali prakteknya adalah pragmatisme duniawi.

Menampar Pengusung Khilafah Lewat Tangan Prabowo

ilustrasi

Jadi jelas, para pengusung ideologi khilafah tak mendapat dukungan dari kedua capres. Orang-orang masih banyak yang meremehkan bahaya ideologi politik khilafah ini, mereka tidak tahu mengapa Malaysia, Turki, Mesir, Libya, Arab Saudi dan negara lslam lainnya melarang Hizbut Tahrir dan HT ini justru berkembang di negara Barat. Mereka bukan menyatukan tapi memecah belah karena anti perbedaan bahkan di kalangan Muslim sendiri. 

Pages