Kepentingan

Gus Dur : Salahkah Jika Dipribumikan

ilustrasi

Dengan sendirinya lalu muncul kedambaan akan pemulihan posisi dan kekuatan melalui pencarian paham yang menyatu dalam Islam, mengenai seluruh aspek kehidupan. Dibantu oleh komunikasi semakin lancar antara bangsa-bangsa muslim semenjak abad yang lalu, dan kekuatan petrodollar negara-negara Arab kaya minyak, kebutuhan akan ‘penyatuan’ pandangan itu akhirnya menampilkan diri dalam kecenderungan sangat kuat untuk menyeragamkan pandangan. Tampillah dengan demikian sosok tubuh baru: formalisme Islam.

Demo Bawaslu Bukan People Power Tapi People Keder

ilustrasi
Dari sejarah People Power yang asli sejak penggulingan Marcos yang telah memerintah 21 tahun di 1986, sampe yang paling up-to-date di 2 April 2019 dengan keberhasilan People Power yang menyebabkan Presiden Bouteflika negara Aljazair mengundurkan diri setelah berkuasa 20 tahun, dipecatnya Omar al-Bashir sebagai presiden Sudan setelah berkuasa 30 tahun pada tanggal 11 April 2019, tidak pernah sekalipu

Habaib Sebagai Anak Turun Nabi

ilustrasi

Dalam hal ini, saya salut dengan para Wali Songo. Sunan Ampel menolak tahta Kesultanan Demak, sehingga Raden Fatah yang menjadi pemimpin kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa (merebut kekuasaan dari bapaknya, Raja Brawijaya penguasa terakhir Majapahit). Sunan Ampel memilih tetap sebagai pendakwah yang tinggal di padepokannya yang sederhana, hingga kini masih bisa dilihat di Surabaya. Begitu juga dengan wali-wali yang lain.

Mengembalikan Nama Ulama

ilustrasi

Akhirnya berkumpul ulama yg sebenarnya, mengambil kembali nama dan sebutan "ulama" yg sempat liar dipakai orang-orang bar-bar. 74 thn Indonesia merdeka, tdk pernah para ulama memakai istilah ijtima', mereka para wali, para kiayi, para sufi, para santri, tidak perlu embel-embel segala nama, karena mereka terjaga oleh prilaku dan akhlak mulia utk menjaga jalannya sebuah tatanan kemanusiaan yg digariskan. Bukan akal-akalan kebangsatan utk sebuah kekuasaan dgn jalan pemaksaan.

Pages