keluarga

FATIMAH AZ-ZAHRA (Luka Yang Berulang Si Telaga Kautsar)

Ilustrasi

Ketika sudah berumah tangga dengan Ali bin Abi Thalib, sepupu Nabi, hidupnya tak jarang kekurangan. Waktu melamar pun Ali tak punya apa2 kecuali baju perangnya. Itupun hadiah dari Nabi saat perang Badar

Puasa pun seakan jadi keseharian. Karena tak punya sesuatu pun yg akan dimakan. Padahal mereka adalah keluarga dekat Nabi. Pemimpin umat yang punya kuasa selayaknya raja atau khalifah.

Lucunya Keluarga Jokowi

Ilustrasi

Kesukaan pada music rock, sejak SMP, dan makin menggila waktu SMA. Ibunya sering membiarkannya genjrang-genjreng gitar di kamar. Menyanyikan Black Sabbath, Led Zeppellin , Queen, Megadeth, Lamb of God, Metallica. Kalau ada sedikit uang sisa, ngeloyor ke pasar, ke lapak loakan, membeli kaset bekas. Tentu kaset lagu-lagu rock. Meski kata Kaesang, hati rock tapi nyerah pada Via Valen dengan goyang dayung itu.

Keluarga Teroris

Ilustrasi
Persaudaraan dan pernikahan ini metode yang efektif dalam membentuk jaringan “keluarga dan kelompok teroris” karena ada pengaruh psikologis yang bisa mengikat dan saling menguatkan satu sama lain. Dengan metode itu, mereka bukan saja menjadi (sesama) anggota sebuah kelompok teroris, tapi mereka juga menjadi saudara sekeluarga (a family relative). Saling menguatkan di sini dalam arti afektif dan kognitif. Afektif karena mereka merasa dekat (intimate) sebagai satu keluarga.

Pak Joko Widodo dan Keluarga Memang Tidak Berubah

Ilustrasi

Dan Jokowi hampir tiap hari ngomong di Solopos akan selalu mengawalnya.

Itulah sebab saya bilang, mungkin jika Pak Joko Widodo tidak jadi Walikota Solo, mungkin saya tidak bisa masuk UGM. Tidak munafik, bisa lancar masuk sekolah di SMA favorit dan selesai dengan predikat Lulusan Berprestasi itu jelas lebih membuka jalan.

Kelemahan dibalik Kokohnya Tembok China

Ilustrasi

Oleh Jarred Diamond

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Pages