keluarga

Keluarga Teroris

Ilustrasi
Persaudaraan dan pernikahan ini metode yang efektif dalam membentuk jaringan “keluarga dan kelompok teroris” karena ada pengaruh psikologis yang bisa mengikat dan saling menguatkan satu sama lain. Dengan metode itu, mereka bukan saja menjadi (sesama) anggota sebuah kelompok teroris, tapi mereka juga menjadi saudara sekeluarga (a family relative). Saling menguatkan di sini dalam arti afektif dan kognitif. Afektif karena mereka merasa dekat (intimate) sebagai satu keluarga.

Pak Joko Widodo dan Keluarga Memang Tidak Berubah

Ilustrasi

Dan Jokowi hampir tiap hari ngomong di Solopos akan selalu mengawalnya.

Itulah sebab saya bilang, mungkin jika Pak Joko Widodo tidak jadi Walikota Solo, mungkin saya tidak bisa masuk UGM. Tidak munafik, bisa lancar masuk sekolah di SMA favorit dan selesai dengan predikat Lulusan Berprestasi itu jelas lebih membuka jalan.

Kelemahan dibalik Kokohnya Tembok China

Ilustrasi

Oleh Jarred Diamond

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Jalan Benar

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ada seorang teman cerita dia mendukung suaminya dari sejak jabatan rendah. Kemudian dia mendukung suaminya untuk menyelesaikan pendidikannya.Setelah itu benarlah.Harapan bersua dengan kenyataan.Karir suaminya semakin meningkat namun seiring dengan itu suaminya semakin sulit dia pahami. Sampai akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita lain. Dia menolak dengan berat hati karena dia merasa tidak ada yang kurang untuk selalu melayani suaminya. Tapi suaminya bekeras untuk poligami. Rumah tangganya kandas.

Maaf, Ku Jenuh Padamu

Oleh : Denny Siregar

" Pernikahan belasan tahun lamanya bukanlah hal yang mudah..

Tidak mudah memelihara api cinta yang dulu ada, kembali memercik ketika kita menjadi sangat terbiasa dengan pasangan. Dulu selalu ingin berdekatan, sekarang berjauhan malah senang. Merasa terbebas...

Ego yang dulu terpendam karena rasa cinta, muncul kembali ke permukaan. "Kita" menjadi bahasa mahal, ketika "aku" sedang murah2nya.

Pages