kekerasan

Perempuan dan Kebencian

Ilustrasi
Ah, banyak luka di hari ini, yg bertepatan dengan Hari Ibu Internasional. Yang terbaru, tentu saja pelaku bom di Surabaya juga seorang perempuan. Sangat disayangkan. Bagi teroris, perempuan kerapkali digunakan sebagai alat teror untuk penyemangat teroris laki-laki untuk berani melakukan amaliyah termasuk bom bunuh diri. Mereka dijadikan pelecut semangat 'jihad' bagi yang lain. 
 

Negeri Tanpa Dendam

Ilustrasi

Ketika ditanya apakah ia masih menyimpan dendam dan kemarahan atas semua kekerasan, penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan rezim dan lawan politiknya, dengan tenang ia menjawab, ”Memang ada rasa marah, bahkan takut karena kehilangan kebebasan sekian lama. Namun, jika saya melangkahkan kaki keluar dari penjara dan tetap menyimpan dendam, itu berarti saya masih terpenjara oleh mereka.

Guru Wafat Ditangan Siswa, Sekolah atau Pendidikan?

Ilustrasi

-- Dehumanisasi pendidikan Indonesia bermula pada saat pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dijadikan fosil, hanya didengung-dengungkan mottonya, foto beliau hanya menjadi penghias uang Rp 20.000 dan pajangan dinding kelas, tapi gagasan-gagasannya mengenai peran guru dan siswa tidak pernah dipraktekkan dalam kenyataan. Padahal ijtihad beliau dalam mengupayakan pendidikan yang khas dengan karakter (anak) Indonesia sangat bagus.

Awas, Perempuan dan Anak-anak Jadi Sasaran Persekusi Kaum Intoleran

Ilustrasi
Sebut saja ibu Indri Sorraya Zulkarnain, mereka tidak sekedar memaksa si ibu ini untuk menandatangani surat pernyataan tapi massa yang berada dilingkungan rumahnya mencapai 60 orang. Bukan hanya itu, perempuan bertempat tinggal di Tangerang ini mendapat berbagai ancaman melalui akun medsosnya. Padahal Sorraya hanya mengkritik pimpinan FPI Rizieq Shihab yang sikapnya tidak bertanggungjawab atas kasus yang membelitnya. Contoh lain, Nurul Indra yang warga Batam melakukan aksi menyalakan seorang diri.

FPI Berniat Susupi Komnas HAM

Zainal Abidin Petir

Ketiga, alasannya bergabung ke FPI dilandasi niatan amar ma’ruf dan nahi munkar. Bisa disebut ormas Islam lain yang tidak melandasi kegiatannya amar ma’ruf nahi munkar? LDII, MTA, Naqsabandiyah, Muhammadiyah bahkan NU tentu sesuai ajaran agama ya harus amar ma’ruf nahi munkar. Mengapa dirinya tidak bergabung ke ormas lain? Apakah ormas-ormas diluar FPI ada yang setuju dengan hal-hal yang tidak sesuai syariat Islam? Tidak.

Pak Guru, Renungkan Suara Siswa Ini

Ilustrasi

Oleh : Afi Nihaya Faradisa

Saya adalah murid yang baru saja naik ke kelas 12 (kelas 3 SMA).
Tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat pada para "pendidik" sekaligus terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus wali murid mempolisikan guru yang ramai belakangan ini, ijinkan saya menyampaikan beberapa pandangan saya tentang 'rasa' dari pendidikan Indonesia.

Mendidik dengan Kekerasan, Tanamkan Bibit Radikal

Oleh : Ahmad Ricky Perdana

Setiap pribadi di muka bumi, tentu tidak suka dengan yang namanya kekerasan. Seringkali kita mengutuk setiap tindakan kekerasan, seperti aksi teror dengan bom, begal, penganiayaan ataupun bentuk yang lainnya. Kita juga sering mengumpat jika ada seseorang yang selalu menyalahkan orang lain, yang selalu menganggap orang diluar kelompoknya kafir, ataupun orang yang suka mengancam orang lain. Ya..itu adalah reaksi yang wajar, sebagai seorang manusia. Tapi sadarkah kalau terkadang kita juga melakukan praktek kekerasan?

Pages