Kebencian

Tragedi Keset, Ceramah Provokatif

Ilustrasi

Isi kajiannya menggiring opini, sarat fitnah, sebar hoaks, menakut-namkuti umat dan yang paling menyebalkan adalah sikap merasa jadi tuhan karena tidak pernah merasa keliru.

Yang ikut disitu hatinya makin kotor. Semakin lama ikutan malah semakin kotor. Boro-boro nambah ilmu, yang ada nambah berat timbangan dosa.

Kebencian pada Jokowi

 

Saya mengenal beberapa orang yang membenci Jokowi dalam tingkat yang mengerikan. Mengapa? Karena seolah sisa hidupnya didedikasikannya untuk memuntahkan segala bentuk kebenciannya pada Jokowi dalam media sosialnya mau pun dalam kehidupan sehari-harinya. Meski pun ia tidak pernah bertemu apalagi mengenal Jokowi secara langsung tapi kebenciannya bisa melewati ubun-ubunnya.

Kebencian Yang Menjadi Jalan Memenangkan Pemilu

Yang pertama, framing munculnya kebangkitan PKI yang dilontarkan kepada pendukung Jokowi. Peristiwa ini terjadi bulan Mei 2014, sebulan sebelum dimulainya masa kampanye Pilpres 2014 dimulai. Pada 31 Mei 2014, mencuat postingan yang viral di Twitter dari akun TrioMacan2000 dengan akun @TM2000back. Pada saat itu, akun ini memframing bahwa alasan tidak memilih Jokowi karena Jokowi didukung oleh orang-orang PKI.

Politik Emosi

Tetapi berita-berita hoax yang di-share oleh akun penyiar kebencian itu memang sangat menyentuh emosi. Saya cukup yakin pembuatnya adalah orang yang sangat paham apa yang menjadi keprihatinan umat saat ini. Memang hampir semua bersifat keagamaan. Pada pokoknya Islam digambarkan berada dalam kondisi yang menyedihkan. Pihak-pihak di luar Islam, termasuk antek-antek Islam sendiri, seolah secara sengaja berupaya agar Islam hilang dari peradaban.

Para Pembenci Itu Masih Ada

Kejadian tragis yang memilukan menjadikannya sebagai manusia dengan perasaan paling halus. Setiap malam ia bersujud. Mengadukan kegudandahan hatinya kepada Tuhan semesta alam. Disaksikan malaikat dan langit purba Arabia, doanya selalu menggetarkan. Air matanya meleleh, menandakan kesedihan yang menghujam.

Pada masa hidupnya, ada seorang desersi tentara yang dikejar-kejar tentara pemerintah. Tentara disersi itu kelaparan dan hidup tanpa perlindungan. Dia memutuskan satang datang kepada lelaki mulia itu.

Kemiskinan Bukan Lagi Penyebab Orang Jadi Teroris

Ilustrasi

Sama juga pak Din Samsudin mengatakan terorisme setingan barat dengan merujuk video Hillary Clinton, Mc Caint dll. Tapi pak Din lupa, hanya Islam model wahabi atau Islam yang afiliasi fikih dan teologisnya merujuk pada Ibn Taimiyah yang bisa jadi kaki tangan Amerika. Seperti Saudi Arabia saat ini.

Pages