Kebencian

Sri

 

Sudah bertahun-tahun ia tak tersentuh hukum. Sri seperti dewi kebencian di medsos. Mungkin karena dulu ia ada di luar negeri, atau aparat menganggapnya hanya TKW depresi. Sri selalu memulai harinya dengan status pedas, provokasi SARA dan kebencian tanpa dasar. Namun tiba-tiba hari ini ada kabar mengejutkan, Sri yang sarkas itu diciduk aparat.

Wanita Penyebar Kebencian pada Presiden di Bekuk Polres Cianjur

Ilustrasi

Barang Bukti disita :
1 buah hp merk lenovo
1 buah hp merk samsung
1 buah hp merk blackberry
1 buah hp merk strawberry
1 buah flashdisk sandisk
1 buah ktp an. Sri rahayu ningsih
2 buah sim card telkomsel
1 buah sim card indosat
1 buah buku berisi email dan password tsk
1 buah jaket, 2 kemeja dan 1 buah kaos sesuai foto di FB

Ketika Imam Umat Islam Meminta Maaf pada Pemimpin Agama Lain Seusai Berkhotbah Mengandung Kebencian...

 

Imam Nalla Mohamed Abdul Jameel (47), seorang guru agama yang membuat pernyataan ofensif terhadap umat Kristen dan Yahudi saat khotbah, didenda US$4.000 (setara Rp53,3 juta) oleh Pengadilan Negeri Distrik Jasvinder Kaur, Singapura.

Saatnya Menyerang, Presiden Jokowi!

Tapi Jokowi gagal pada sisi komunikasi. Seluruh kerja Jokowi sepertinya dikelambui oleh isu isu politik. Kerja Jokowi dikalahkan lawannya hanya dengan isu dan intrik politik. Mediapun lebih tertarik pada hal demikian. Seperti menonton Formula One, kebanyakan yang ditunggu penonton adalah tabrakannya darpada siapa pemenang balapannya

Fenomena Hater di Jagat Medsos

1. Sabar menanti kabar buruk yang menimpa orang yang dibenci (patient hater/ pembenci sabar menanti...sabar menanti??? koyo warung bakmi etan bangjo purwosari wae... 
2. Berharap orang yang dibenci membuat kesalahan fatal sehingga ada momen untuk menjatuhkan
3. Dengan senang hati menyebarkan kesalahan orang yang dibenci
4. Senang dan antusias bergunjing dengan sesama pembenci (true hater/ pembenci sejati...dadi kelingan apotek jaman awal-awal praktek...Apotek Sehat Sejati... 

Sejarah Tak Mengajarkan untuk Membenci

Agama Islam ketika pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Mekkah dan Madinah dulunya pernah mengalami penindasan yang luar biasa kejam. Umatnya disiksa, ditindas, dibunuh, diusir dari rumah mereka, diperangi, dan lain sebagainya. Apa yang dialami umat Islam pada saat itu sangatlah mengerikan. Saya tidak yakin bisa bertahan dalam kondisi yang demikian buruknya. Umat Islam juga dimusuhi dan dikhianati oleh umat beragama lain pada waktu itu, yaitu umat Yahudi dan Nasrani. Hal ini membuat umat Islam berperang melawan mereka.

Mengajarkan Kebencian Sejak Dini

Kita ini sibuk mengurus hal sepele dan melupakan bahaya yang lebih besar. Keliru bersikap, keliru pula dalam memproteksi.

Saya melihat KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) misalnya, absen dalam memberikan teguran pada aksi memalukan 313. Orang-orang itu mendandani anak-anak mereka layaknya teroris, menempelkan tulisan idiot di punggung mereka, "Kami kebal peluru." Padahal doktrin kekerasan (dan pembodohan) semacam itu jauh lebih berbahaya daripada memblur dada perempuan dan aksi kekerasan di televisi.

Pages