Kebangsaan

Membungkam Jubir HTI Di Pengadilan

Ilustrasi

(Tapi yang pasti saya mulai tidak tertarik ide Khilafah Hizbut Tahrir karena isinya hanya dogma, bukan diskusi, isinya propaganda bukan kajian kritis, untuk semua persoalan yang dibahas, jawabannya cuma satu: Khilafah. Apapun masalahnya, jawabannya Khilafah. Saya masih ingat buletin-buletin HTI era SBY yang membahas kenaikan listrik dan BBM, proyek yang mangkrak dan investasi asing, semua solusinya: Khilafah.

Menunggu Back Up NU dan Muhammadiyah Lawan Gerakan Intoleran

Ilustrasi

Dalam hal ini, model penguasaan mesjid (beserta pengurusnya) mulai masif dilakukan saat Soeharto tumbang. Saya melihat para pemuka agama yang moderat, yang mengkampanyekan pentingnya akhlak dan pendidikan yang inklusif, kalah agresif.

(Otokritik untuk PB NU setelah era Gus Dur yang melihat situasi umat terlihat baek2 saja)

NU Bikin Saya Geregetan

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1640378179592095&set=pb.100008597858758.-2207520000.1491809263.&type=3&theater

Kenapa elit2 NU itu tdk mau mendramatisir dan mengeksploitir semangat warga NU yg militan itu dengan membuat cerita2 tentang perjuangan mrk mendatangi acr seperti kisah seorang janda yg menjual ayamnya yg mau ngendog unt sangu berangkat ke istighatsah. Atau cerita tentang seorang bocah yg harus dipaksa berpisah dg radio kesayangannya krn harus digadaikan unt ongkos berangkat istighosah. Atau cerita dramatik lain yg mengharu biru dan bisa menyedot emosi kemudian diupload di medsos.

Freeport dan Nasionalisme Positif

 

Oleh: Abdillah Toha

Sebenarnya perdebatan tentang nasionalisme dan keberadaan modal asing di sini sudah berjalan lama. Namun, belakangan, ketika kasus 'papa minta saham' muncul, reaksi masyarakat merebak dan melebar ke mana-mana. Di antaranya ke persoalan kontrak karya PT Freeport: apakah sebaiknya diperpanjang, berapa saham yang harus kita miliki, atau tidak diperpanjang sama sekali kemudian kita ambil alih sepenuhnya.

Pages