kartini

"Ruang Dalam" Kartini

Hal lain yang membuat saya teringat Hari Kartini adalah aneka tulisan yang berseliweran di linimasa. Mulai dari keprihatinan seorang ibu karena guru-guru anaknya tak ada yang mengingatkan tentang Hari Kartini. Meski selama 'bersekolah di rumah' guru-guru anaknya selalu sibuk memberi banyak PR, bahkan untuk hal-hal sederhana sekalipun. Misalnya meminta orang tua memvideokan anaknya beribadah di rumah. Di titik ini, saya memahami keprihatinan si Ibu.

Indonesia dan Gender

 

Tapi kenapa yang kemudian terkisah adalah hal-hal yang bersifat kasuistik? Tak sama sekali saya dengar telaah mendalam mengenai jender, atau analisis struktur kekuasaan yang dari sana perempuan menjadi korban? Bagian terbesar dari orang-orang yang hadir memang perempuan. Tapi lucu juga kalau itu yang jadi persoalan utama sehingga semua tergopoh-gopoh memberi kesaksian.

Bangsa Nyinyir

Oleh: Kajitow Elkayeni
 

Syahdan, tersebutlah sebuah negara kaya-raya. Alamnya indah, masyarakatnya gemar beribadah. Jidatnya hitam, celananya cigkrang. Sayang, masih banyak yang miskin lagi bodoh. Sudah begitu suka sekali memaksakan keyakinan pada umat lain. Ada yang pakai iming-iming indomie, ada yang pakai pentungan. Negara itu bernama Indonesia.

Pages