kampanye

Ujian Nasional

ilustrasi

2. Perlukah Ujian Nasional (ujian yang berstandar atau berlevel nasional) itu diterapkan di seluruh Indonesia (berskala nasional)?
Tentu saja tidak! Hanya daerah-daerah yang telah mampu menerapkan semua standar nasional tersebut yang perlu diuji dengan sebuah ujian nasional. Sekolah-sekolah yang belum bisa menerapkan ke delapan standar pelayanan minimum tersebut tentu tidak perlu diuji dengan sebuah ujian yang berstandar nasional. Ujian yang berstandar nasional

Mentertawakan Kampanye PKS Menang, Bebas Pajak Kendaraan Dan SIM

ilustrasi

karena areal bebas motor dicabut, dia bilang.. Wah tetep enak dulu pak... Jalanan lancar emang areal yang motor gak boleh masuk buat kita gak masalah. Tapi kita lebih rame hasilnya karena orang pada gak bawa kendaraan sendiri kalok sekarang jalanan macet tentunya hasil kita juga berkurang, bensin lebih boros dan waktu habis dijalan!

Jokowi Korban Serangan Gaya Komunis

ilustrasi

Gaya kampanye ala komunis ini secara sistematis telah mereka doktrinkan kepada pasukan di lapangan. Contoh terbaru adalah gaya kampanye brutal yang dilakukan oleh emak-emak anggota PEPES binaan Fadli Zon. Sasaran serangan mereka adalah kelompok masyarakat yang minim wawasan, dangkal dalam berpikir dan gampang diprovokasi dan diadu domba.

Hanya Kampanye Hitam Yang Bisa Dilakukan Prabowo-Sandi

ilustrasi

Sebenarnya politisasi macam begitu tidak hanya terjadi di Jawa Barat melainkan menyebar ke banyak group whatsapp ke seluruh Indonesia. Namun banyak pihak mendiamkan postingan di group macam begitu. Narasi yang sama ditemukan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera dan lain sebagainya. Mereka tetap saja menggoreng isu-isu yang menebar kebencian, membangun permusuhan, fitnah, adu domba dan lain sebagainya.

Penangkapan 3 Ibu-Ibu Pelaku Fitnah Keji Bukti Lawan Jokowi Gelap Mata

ilustrasi

Hidayat Nur Wahid sebagai pimpinan PKS juga telah menyerang Jokowi secara membabi buta. Terakhir tudingan politisasi Jan Ethes yang tidak ada kaitannya dengan Pilpres. Atau pasukan mereka di sosmed juga beberapa menjalani proses hukum sebut saja kasus Saracen, MCA, Jonru, Buni Yani, Ahmad Dhani dan lain sebagainya. Beberapa yang belum kena proses seperti Mustofa Nahra, Nanik Deyang, Fadli Zon, Ferdinand Hutahaen dan banyak lagi.

Pages