kajitow elkayeni

Jualan Anies Baswedan

Dilihat dari kebudayaan Arab, saya tidak percaya dengan adanya keturunan Nabi. Kalaupun ada, mestinya keturunan Ali, menantu Nabi. Kebudayaan Arab yang patrilineal mewajibkan jalur nasab dari pihak ayah. Semua teori kehaditsan yang membenarkan keturunan Nabi melalui putrinya, menggugurkan seluruh bangunan kebudayaan Arab.

Oleh sebab itu, kehabiban akan runtuh, karena mereka juga hanya menghitung nasab dari jalur laki-laki.

Lelaki Itu Telah Kembali

 

Namun Jokowi adalah dirinya. Ia tak sepenuhnya bisa disekat. Di Semarang, Jokowi datang hanya ditemani sopir ke pelabuhan tengah malam. Atau ketika kemarin ia naik KRL dengan ditemani tiga pengawal. Jokowi telah membuka sekat itu.

Ia tampil menjadi dirinya seutuhnya. Berdekatan dengan rakyat mengalirkan energi positif. Bahkan dalam keprotokoleran sekalipun, Jokowi banyak berimprovisasi di tengah jalan. Ia pribadi yang tak bisa dibatasi.

Legenda Kecil dari Cicurug

 
Dari kampung kelahiran Sani Rizki Fauzi itu, ratusan warga turun ke jalanan, mereka konvoi menggunakan sepeda motor. Warna-warni dan suara percikan kembang api membuat suasana gembira di Cicurug begitu istimewa.
 
Ida Kusumawati (47), ibunya Sani adalah mantan pemain bola 1987. Sayang, orang tuanya Ida tak merestui pilihannya. Maka lewat Sani, Ida mencurahkan segenap kemampuannya untuk membimbing anaknya dan memasukkannya ke sekolah bola di PSPB Cicurug.
 

Di Sentul, Mesin Politik Jokowi Mulai Panas

Di awal pidato, Jokowi bercerita tentang masa kecilnya. Bagaimana ia hidup sederhana di bantaran kali. Rumahnya digusur. Jokowi juga bercerita tentang susahnya merintis usaha. Ijin dipersulit. Modal susah didapat.

Sejak melewati masa sulit itu Jokowi berjanji pada dirinya sendiri, orang lain tak boleh mengalaminya lagi. Maka ia terjun ke politik. Karena yang membuat ruwet dirinya di masa lalu adalah regulasi yang tidak merakyat.

Alumni Orange Atma Jaya

 

Atma Jaya sejauh yang saya pahami, selama ini lebih sering memantau dari kejauhan, Tidak terjun langsung secara terang-terangan. Tetapi kondisi sudah memprihatinkan. Untuk itulah mereka tak bisa tinggal diam lagi.

Mereka yang hadir di Kuningan kemarin itu 70% belum pernah melakukan deklarasi untuk kelompok manapun.Tiba-tiba saja mereka keluar dari zona nyaman itu untuk menyatakan secara terbuka mendukung Jokowi-Amin.

Biarkan Jokowi Bekerja untuk Indonesia Lebih Baik

 

Padahal jumlah tanah yang harus bersertipikat sebanyak 126 juta hektare. Masih tersisa 80 juta hektare. Jika melihat kecepatan BPN sebelumnya, yang hanya bisa memberikan sertipikat 500-600 ribu pertahun, dibutuhkan waktu 160 tahun untuk membereskannya.

You semua sudah koit sebelum itu selesai. Padahal pemecahan tanah dan perpindahan kepemilikan baru akan terus terjadi. Makanya Jokowi memberikan target pada BPN. Perkiraan tahun 2025 soal sertipikat ini harus selesai.

Bahasa Cambuk

 

Kenapa harus kasar?

Percuma ngomong halus sama sapi. Bahasa yang dipahami sapi itu bahasa cambuk. Ente bilang, "Jalan!" Itu sapi bakal cuek dengan bloonnya. Tapi begitu ente angkat cambuk, si sapi langsung ngacir.

ASN yang ditegur Rudiantara itu bahkan lebih dungu dari sapi. Kemkominfo memang jadi sarang sapi sejak lama. Maka Rudi harus memakai bahasa cambuk.

Apakah itu berhasil?

Riya' Politik

 

Ketika jamaah Habib Luthfi diperlakukan zalim oleh Arya Wedakarna, saya mengutuk keras, saya bertanya dalam hati, apakah pembelaan saya itu atas nama kemanusiaan?

Atau barangkali terselip egoisme. Mungkin saya berteriak begitu biar dianggap aktivis kemanusiaan. Mungkin juga karena umat seagama saya dizalimi, karena faktor keimanan. Saya marah karena iman saya diusik.

Pages