Kaesang

Perang Besar Jokowi

 

Masalah Kaesang dan tur keluarga Jokowi ke Turki, meski digoreng bulak balik tetap saja tidak mampu menjadi hidangan lezat untuk menggerakkan publik. Masalah PKI juga seperti mati suri sesudah Jokowi berkomitmen menggebuk PKI di hadapan TNI..

Saya termasuk yang gembira ketika pemerintah Jokowi berani mengeluarkan pernyataan pembubaran HTI. Pasca Soeharto, dialah Presiden yang paling berani memainkan "tangan besi" dalam menghadapi radikalisme.

Jebakan Betmen Pak Jokowi

 

Setelah semuanya masuk jebakan termasuk yang bertingkah seperti pahlawan kesiangan, baru Presiden bilang bahwa dia pakai dana pribadi buat anak dan cucunya. Info ini bak palu yang getok kepala tikus-tikus nyinyir hingga sesak nafas.

Mereka diam. Entah pingsan, mati atau malu setengah mati jadi lari terbirit-birit ke persembunyian mereka lagi.

Mengenal Muhammad Hidayat Simanjuntak, Si Pelapor Kaesang

 

Lanjutnya, sebagaimana yang diungkap Tribunnews, dirinya hanya ingin meluruskan pandangan terhadap Islam oleh masyarakat. Banyak pandangan yang keliru terhadap Islam belakangan ini yang terjadi. Sehingga, pelaporan itu dirasa perlu. Tambah, Muhammad Hidayat, apa yang disampaikan dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Kaesang tersebut, dinilai telah salah memahami Islam. Apa yang dibicarakan oleh Kaesang dalam video itu, telah melakukan "framing" yang keliru.

Pelapor Kaesang Hobi Lapor Polisi untuk Memeras Pejabat

"(Hidayat) sudah buat 60 laporan, dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi. Nanti didatangi bahwa ini saya sudah laporan loh. Ujung-ujungnya ke arah situ (pemerasan)," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/7).

Berangkat dari hal itu, menurutnya, Polri meragukan kredibilitas Hidayat dalam melaporkan Kaesang. Sebab, selain rekam jejak yang kurang baik dalam membuat laporan, Hidayat pun tengah menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian.

Pelapor yang Terlapor

 

Lalu Kaesang dilaporkan ke polisi, dengan sangkaan penodaan terhadap agama. Logikanya orang yang melaporkan adalah mereka yang tersinggung dengan video Kaesang. Siapa yang pantas tersinggung? Siapa lagi kalau bukan mereka yang menebarkan kebencian.

Kan, komentar dalam video Kaesang memang mengkritik orang-orang seperti itu.

Kasus Kaesang dan 3 Cara Hebat Melawan Hinaan dan Permusuhan

Cara ketiga: balas dengan kocak. Apabila balasan dengan senyuman belum cukup, keluarkan pertahanan humor. Ini cara yang sungguh-sungguh membangkitkan tawa sekaligus juga membuat jengkel pihak lawan. Soal ini Hadji Agoes Salim, negarawan sepuh pendiri republik ini banyak melakukannya saat berkonfrontasi dengan kelompok komunis maupun dengan politisi negara asing. Spontanitas dan kecerdasannya bermain olah kata membuat pengejek mati kutu dan wajah memerah padam.

Ketika “Dasar Ndeso” Dianggap Lebih Kasar Ketimbang Cacian “Kutil Babi dan Anjing"

Saya tidak ada tujuan yang bermaksud menghina, namun saya melihat ada gangguan pada diri MH, sehingga ia bisa melaporkan ucapan Kaesang, yang pada umumnya tidak menodai agama apapun ataupun mengucapkan ujaran kebencian apapun.

Kaesang Ndeso

 

Jangan sampai juga Kaesang tereak ndeso ke Fahri Hamzah yang tiba-tiba sering muncul di media massa dan komentar ngalor ngidul tanpa tema. Wah, bisa ditembak kamu, Sang..

Coba Kaesang diam saja sambil nonton tipi yang setiap menit nyanyiin Mars Perindo dan terus menerus membaca running teks yang berjalan dibawah acara, "Hari Tanoe sedang ini... Ketum Perindo sedang itu" setiap detik selama 360 hari. Pasti gak ada yang marah. Soalnya ndak ndeso...

Pages