Jonru

Semiotika Bendera Jonru

Ilustrasi

Kasus Bendera yang baru-baru ini hangat pun punya semiotika nya tersendiri. Kalau Banser, yang kebetulan menjadi lawan politik kelompok islam radikal yang juga secara kebetulan bersembunyi di ketiak kubu Prabowo, menyatakan itu bendera HTI dan kemudian dienyahkan dengan cara dibakar maka kelompok islamis itu meradang dan tersulut amarahnya seketika. Alasan bahwa itu bendera tauhid diangkat-angkat untuk menutupi kemarahan politik mereka.

Mengapa Saya Jadi Target Serangan Kelompok Radikal

Ilustrasi

Saya tidak akan main aman, kalau main aman, saya berpolitik seperti yang lain-lain. Main aman karena takut diserang, dibully, yang mungkin juga main aman dan takut karena punya kesalahan. Bagi saya perjuangan melawan radikalisme dan politisasi agama tidak cukup di luar sistem dan hanya dari pihak masyarakat sipil saja (seperti yg saya lakukan sebelum ini). Perlu dilanjutkan dengan adanya kebijakan dan peran Negara untuk melawan radikalisme ini (selain Negara juga melayani rakyat, mencerdaskan, menciptakan lapan

Cara Berangus Hate Spin Nanik Deyang, Zang Wei Jian, Jonru dan Sejenisnya

Ilustrasi

Begitu pula negatif. Negatif itu menular. Lihat saja saat banyak sarjana, tak mampu mempertahankan "ke-sarjana-annya", saat meneruskan tulisan akun seperti Jonru, NSD atau Zeng Wei Jian.

Memilih kutub positif atau negatif adalah sebuah pilihan. Pilihan yang bisa jadi mempengaruhi kesehatan jiwa dan raga kita

Menelisik Konsistensi Nyinyirnya Jonru

Ilustrasi

1. Jonru bukan orang gratisan dalam aktivitasnya di facebook yang banyak mendiskreditkan pihak tertentu secara konsisten sekaligus konsisten juga menghindari mengkritik rival politik dari pihak2 yang didiskreditkan jonru. Misalnya Jonru konsisten menjelek2kan Jokowi, Jonru pun otomatis konsisten menghindari menjelek2kan Prabowo. Demikian juga jika Jonru mendiskreditkan Ahok, sulit diharap Jonru akan mendiskreditkan Anies atau Agus, Yusril, Haji Lulung, atau tokoh2 politik rival Ahok lainnya.

Batuk, Jonru Minta Pemeriksaan Ditunda

 
"Harus diperiksa dokter dulu. Artinya kami menghendaki agar proses pemeriksaan seseorang sebagai saksi, tersangka itu harus mempertimbangkan faktor-faktor kesehatan dan HAM," kata Djuju.
 
Jonru Ginting dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) oleh Muannas Al Aidid. Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia.
 

Pages