jokowi

Presiden Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Palestina

Selepas pertemuan, Retno Marsudi menjelaskan bahwa maksud kedatangan Menteri Luar Negeri Palestina ialah untuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang konsisten diberikan Indonesia kepada Palestina.
 
"Palestina kembali menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas hubungan dan dukungan yang selalu diberikan Indonesia kepada Palestina. Tadi disampaikan, di manapun isu Palestina dibahas, ia melihat di situ selalu ada Indonesia," kata Retno.
 

Mengapa Saya Memilih Jokowi?

Saya termasuk orang yang "kepo". Kekepoan saya tentang seorang tokoh tertentu selalu saya tindak lanjuti dengan mencari literatur dan informasi dari berbagai sumber secara berimbang tentang tokoh tersebut. Sejak awal 1990-an Prabowo sudah terdeteksi akan menjadi "rising star". Bukan karena prestasinya yang hebat tapi karena dia menjadi menantu tokoh yang cukup hebat pada waktu itu. Dan sering melakukan tindakan yang kontroversial.

Pidato "Out Of The Box" Jokowi

Ilustrasi

Jokowi adalah diplomat ulung. Ia tidak mengambil jalan konfrontasi menghadapi kekuatan-kekuatan kapitalis global. Ia sadar betul bahwa kekuatan-kekuatan tersebut tidak dapat dihadapi secara terbuka dan frontal. Ia tidak melawan arus secara frontal . Ia mengikuti arus namun tidak hanyut di dalamnya. Perlahan tapi pasti ia mulai mengajak pihak-pihak lain yang mempunyai keprihatinan yang sama dengan dirinya untuk membuat arus baru. Ia menanamkan pengaruh dalam percaturan global. Dan pengaruhnya mulai terasa.

Jokowi, Ulama dan Para Durjana

 

Ulama, gelar yg lazim disematkan kepada pemuka agama yg berilmu mumpuni, ternyata menurut Gusmus tidak sekedar tau ilmu agama, tapi ybs harus benar melakukannya, ditambah lagi ilmu-ilmu yg lain. Penyandang gelar ulama harus berwawasan kebangsaan, adil, merakyat, dan sosok tauladan buat keluarga dan orang lain, tuturan katanya bisa menyejukkan dan tidak memihak, netralitasnya harus lahir dari pikiran dan ucapan, menjauhan kepura-puraan yg menyesatkan.

Jokowi Logatnya Jawa dan Bilang Alfateka, Kok Ribut Sih?

Ain (ع) jadi (Ngain) ini secara gramatikal Arab memang salah, tapi secara kebiasaan tidak perlu dipersoalkan atau dibesar-besarkan. Bisa jadi Jokowi memang seperti lazimnya orang Jawa lainnya yang melafadzkan seperti itu. Yang jadi masalah adalah, jika hal ini dibesar-besarkan karena alasan politis atau semacamnya. Sungguh tidak elok dan justru, kita sebagai muslim, harusnya instropeksi. Mengapa?

Rasional dalam Politik

 
Seorang kawan pernah mengirimkan gambar (meme) ke inbox saya tentang Anies Baswedan. Ia kecewa berat. "Harusnya Anies tidak menerima pinangan Prabowo. Karena, orang belum lupa bagaimana serangannya kepada Prabowo dua tahun yang lalu. Anies seakan-akan menjilat ludahnya sendiri", demikian tulisan mengiringii foto yang dikirimkannya kepada saya tersebut.
 

Presiden Itu Akan Bersama Dengan Rakyat Yang Mau Bersabar

Oleh : Ester Nuria Surianegara

Bagi kalian yang selalu ribut berantem tiap hari soal politik itu, manfaatnya apa sih? Kamu menghina Jokowi, apa kamu merasa lebih hebat dari beliau? Kamu menghina Prabowo, apa kamu merasa lebih hebat dari Prabowo? Sudahlah, urusan Pilpres silahkan mencoblos di TPS jagoan kalian masing-masing, tanpa mengedepankan hujat menghujat yang tidak ada manfaatnya sama sekali itu.

Pages