jokowi

Bahasa Inggris Jokowi

Para alumni AKI tidak mau tahu bagaimana Presiden Jokowi guyon gayeng ketawa-ketiwi dengan beberapa pemimpin negara terkuat di dunia. Mereka sirik mengakui bagaimana Jokowi bisa asyik bercanda ria dengan Ivanka Trump putri Presiden Donald Trump. Mereka juga ogah mengakui bagaimana PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Perancis Emmanuel Macron tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan dari Jokowi. Mungkin mereka pikir semua itu dilakukan Jokowi dengan menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia.

Melihat Semut Item

Begitulah, dan wajarlah, jika ada yang mengatakan politik memang bajingan. Nggak tahu diri. Rakyat hanya dipakai pendorong kendaraan mogok. Hanya diperbudak sebagai alamat palsu. Begitu kursi kekuasaan didapat atas nama rakyat, mereka sama sekali abai. Menang tak siap, kalah apalagi! Mangkanya yang tampak lebih banyak sikap-sikap konyol. Tak ada kegelisahan bagaimana peradaban harus dibangun bersama.

212: Mengapa Jokowi Tak Pernah Kalah

PERTAMA : NIAT TULUS UNTUK MENGABDI
Dari pancaran wajah Jokowi terlihat jelas seorang yang tidak punya ambisi kekuasaan. Yang menonjol adalah aura untuk secara total mengabdi kepada negeri. Lihat bagaimana beliau begitu enteng melangkah menghadapi setiap kali Pilkada dan Pilpres. Tidak ada beban kengototan yang terlalu. Dan ini secara psiko-science hasil survey Lembaga Psikologi UI beberapa waktu lalu, terbukti Jokowi memiliki ambisi kekuasaan yang jauh lebih rendah dibanding lawannya.

Kekuatan Jokowi

Saya mengamati dari jauh anak-anak Jokowi. Dua anak laki-lakinya tidak berlagak seperti pengeran putra mahkota. Satunya bisnis katering, satunya vlogger sukses. Tidak ada beban. Mereka cari makan sendiri. Saya juga belum pernah dengar anak perempuan dan menantunya ikut ngatur ini-itu, ngapling ini itu. Mereka Hidup dari ketrampilan hidup mereka sendiri. Bahkan mereka tidak ada satu pun yang mencoba peruntungan menjadi calon legislatif, sesuatu yang sangat gampang mereka lakukan.

Karena Jokowi

Era Habibie, meski beragam, mereka banyak yang berlabel ICMI. Baru pada era Gus Dur dan Megawati, warnanya campur-baur. Sekalipun wajar, lokomotif menggeret gerbong masing-masing.

Cobalah kita bayangin, bijimana jika presidennya Prabowo. Apakah akan mirip suasana Istana Presiden kayak jaman Gus Dur? Atau justeru sedikit aneh? Karena itu tak usah dibayangkan. Mending mbayangin apa keputusan gila Jokowi, yang miring-miring, yang bakal membuat pihak-pihak tertentu adem-panas gulung-koming?

Agama Bukan Sekadar Jokowi vs Prabowo

Jika politik (praktis, yang bertumpu pada demokrasi) bersendikan pada konsensus, musyawarah untuk mufakat (atau pun votting), agama bersendi pada (kepatuhan atas) dogma yang tak boleh dibantah. Sementara, pada kenyataannya, sejak ketika Kanjeng Nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam masih sugeng, pemanfaatan ‘agama’ sudah dimulai. 

Pages