jokowi

Pak Jokowi, Apakah Kami Sudah Mencuri Perhatianmu?

 

dirinya lagi..

Kami beda suku, agama dan ras, pak. Tapi kami saling mencintai. Karena apapun kami, kami adalah saudara dalam merah putih.

Pak Jokowi, dengarkan suara kami..

Lihat betapa kami ada di belakangmu, ratusan ribu, untuk menngembalikan tatanan negeri ini yang telah rusak oleh oknum yang mengaku, "kamilah pedang keadilan di negeri ini.."

Jokowi dan Kasus Ahok

 

Banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyadarkan orang tentang keadilan, keberagaman dan keberanian. Butuh kreativitas bukan Otot.

Kreativitas membuat orang-orang baik yang selama ini diam berani keluar rumah dan menyuarakan suaranya. Tapi jika otot yang dikedepankan, orang-orang baik akan berdiam diri dirumah dan mengunci rapat-rapat pintu rumahnya. Revolusi bunga, Seribu lilin dan Balon adalah contoh perlawanan dalam wujud kreativitas

Setelah Ahok, Jokowi Target Berikutnya

Meskipun manusia seperti Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rhoma Irama melakukan kampanye atas nama agama. Bahkan tambah bonus fatwa MUI DKI dan kampanye di tempat ibadah. Kegagalan menghambat laju Jokowi-Ahok ini membuat kalangan Islam radikal makin kesetanan – ditambah dengan keterlibatan para koruptor campur tangan dalam gerakan. Gayung bersambut di 2014 ketika Gubernur DKI Jakarta menjadi kontender terdepan sebagai capres.

Amien Rais : Jika Ahok Tidak Dipenjara, Jokowi Akan Dilengserkan

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Energi bangsa ini terkuras dan terbuang sia-sia dalam beberapa bulan ini karena aksi demo berjilid-jilid sebagai cara "perlawanan" dengan dalih BELA AGAMA, padahal di baliknya yang terjadi adalah aksi tidak tunduk dengan HUKUM di Indonesia. Karena cara-cara mereka memaksakan kehendak dengan ancaman dan ceramah di Masjid-masjid demi menguasai negeri ini atas dasar satu agama yaitu Islam versi kelompok mereka yang merasa paling benar.

Seorang Jokowi

Masalahnya banyak lawan politiknya tidak melihat hukum sebagai panglima tapi masih hidup dalam culture politik sebelumnya dimana masalah apapun diselesaikan secara politik. Akibatnya terjadi transaksional dan pasti yang dikorbankan adalah rakyat. Karena bagi mereka jelas tujuannya bukan rakyat tapi kepenting pribadi dan golongan. Kalaupun Ormas di seret dalam aksi itupun masuk dalam political cost bagi mereka. Semua tidak ada yang gratis dalam aksi.

Sasaran Berikutnya Jokowi

Yang bijaksana justru seharusnya kalian bisa menjadi tokoh penyejuk di negeri ini, dus bukan justru sebaliknya. Terlebih keinginan mengalahkan Ahok di Pilkada sudah terlaksana dengan cara yang menyedihkan.

Apakah tak merasa sedih bila negeri yang sedang membangun ini diganggu oleh syahwat politik yang berujung pada anti kemapanan? Ingat bahwa rakyat ada batas kesabarannya bila keresahan ini selalu kalian hembuskan. Selain itu, tentunya TNI, Polri, Mahasiswa, dan Banser NU tak akan berpangku tangan.

Saatnya Menyerang, Presiden Jokowi!

Tapi Jokowi gagal pada sisi komunikasi. Seluruh kerja Jokowi sepertinya dikelambui oleh isu isu politik. Kerja Jokowi dikalahkan lawannya hanya dengan isu dan intrik politik. Mediapun lebih tertarik pada hal demikian. Seperti menonton Formula One, kebanyakan yang ditunggu penonton adalah tabrakannya darpada siapa pemenang balapannya

Pages