jokowi

Pilihlah Salmon Bukan Kutuk

 

Tipe pemimpin bisa kita dapatkan dari dua prilaku ikan diatas, sadar atau tidak kita skrg sdg dipimpin oleh pemimpin jenis salmon, lahir diair biasa, memasuki dunia politik dan kemudian mengarungi samudra memimpin negara dari istana, dan kelak dia akan kembali ke asalnya, menetaskan penerus, negarawan yg bisa memegang amanah seperti dirinya.

Saat Bunglon Hijrah Menjadi Kecebong

 

Keterkejutan kedua adalah saat Hary Tanoe berputar haluan dengan mengusulkan Joko Widodo sebagai capres 2019. Sedangkan kita tau saat HT menghadiri pelantikan pengurus pusat DPP Gerindra pada 8 April 2015, mengatakan, "Sejak kami dukung Prabowo di pemilihan presiden, kami perjuangkan untuk dukung KMP".

Berikutnya adalah Fahri Hamzah. Politikus independen yg dipecat dari PKS karena dianggap selalu berbeda pandang dengan kebijakan partai.

Jokowi Membangun dengan Hati, Membiarkan Orang Buta Bicara

 

Kita yg waras masih terus melihat bagaimana Jokowi dikerjai, apa saja isu yg bisa digali mereka pakai utk menjatuhkannya, politik gila dgn kadar luar biasa itu berjalan dan terus dibangun oleh kelompok yg ingin Indonesia eksis dalam keterpurukan disegala lini yg telah mereka yakini dan nikmati secara duniawi. Agama, PKI, Keturunan, Ilmu, dst mereka pakai sebagai rudal fitnah dan caci maki.

Sri

 

Sudah bertahun-tahun ia tak tersentuh hukum. Sri seperti dewi kebencian di medsos. Mungkin karena dulu ia ada di luar negeri, atau aparat menganggapnya hanya TKW depresi. Sri selalu memulai harinya dengan status pedas, provokasi SARA dan kebencian tanpa dasar. Namun tiba-tiba hari ini ada kabar mengejutkan, Sri yang sarkas itu diciduk aparat.

Kisah Jokowi dan Prabowo

 

Sebagai saudara, Jokowi dan Prabowo pun suatu ketika berdua saja pergi ke pegunungan. Mereka berkemah mendirikan tenda untuk berdua. Kenapa tenda harus didirikan? Karena tak bisa berdiri sendiri, beda dengan Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1811.

Hari kedua, pada tengah malam, Prabowo merasa kedinginan. Ia membangunkan saudaranya, “Jok, Jok, betapa dinginnya udara di pegunungan ini!”

Jokowi terbangun dengan mata keriyip-keriyip.

Pages