jokowi

Presiden Undang Makan Kyai Said Aqil, Kenapa Rizieq Tidak?

Oleh : Anisatul Fadhilah

Dua hari lalu (11/1/17), Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj di Istana Merdeka, Jakarta. Sudah menjadi rahasia umum, jika jokowi sering berdiplomasi di atas meja makan. Setelah sebelumnya ketua parpol, kini giliran ormas Islam dari NU.

Menurut kyai Said, ia diundang ke istana untuk membahas Islam radikal yang mulai merongrong masyarakat Indonesia.

Operasi Senyap Jokowi

Oleh : Denny Siregar

Sejak lama Jokowi paham bahwa ia akan banyak digoyang, terutama ketika ia harus memberantas banyak mafia yang sudah puluhan tahun berkuasa..

Dan ada satu waktu ia harus menghadapi gejolak besar yg memanfaatkan umat Islam untuk berhadapan dengannya. Karena itu ia harus mengambil langkah2 penting dalam keputusan strategisnya..

Pertama, angkat Tito Karnavian sebagai Kapolri. Tito ini sangat strategis karena ia sangat paham gerakan Islam radikal global dan lokal. Track record Tito sejak awal memang spesialisasinya disana..

Presiden Temui Pedagang Pasar Kajen Pekalongan

 

Oleh : Bey Machmudin

Presiden Joko Widodo memenuhi janji yang diucapkan kepada para pedagang di Pasar Kajen, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada 2014 silam. Saat itu, ketika Joko Widodo masih berstatus calon presiden.

Hari ini, Senin, 9 Januari 2017, di sela kunjungan kerjanya ke Kota Pekalongan, Presiden kembali mendatangi pasar tersebut untuk meninjau keadaan pasar serta menyapa para pedagang dan warga yang sedang beraktivitas.

Konservatisme Politik Anti Jokowi

Oleh: Eko Sulistyo

Akhir-akhir ini, landscape dan dinamika politik di tanah air, terutama di jagad maya sangat diwarnai oleh berbagai bentuk hujatan, ujaran kebencian (hate speech), kabar bohong (hoax) dan fitnah kepada pemerintah. Dinamika ini makin kencang seiring dengan kontestasi Pilkada DKI Jakarta yang diramaikan oleh tuduhan kasus penistaan agama atas calon petahana Basuki T. Purnama (Ahok) yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51.

Komunikasi Sarung

Oleh: Denny Siregar
 

Entah bagaimana ceritanya, sarung menjadi identifikasi kaum muslim di Indonesia.

Mungkin karena kita sering lihat sarung di promosikan di media saat momen lebaran. Atau ketika shalat jumat dan shalat ied. Padahal kalau ke Bali, kita akan sering melihat umat Hindu di Bali juga menggunakan sarung saat upacara adat dan keagamaan mereka.

Ustadz Bangsa Itu Bernama Jokowi

 
Oleh : Iyyas Subiakto
 
Lamat2 masih teringat saat beliau menolak pembongkaran pasar tradisional solo utk dijadikan pasar modern, gubernur jateng saat itu Bibit Waluyo, mengatakan walikota goblok, Jokowi hanya tersenyum, pada pilkada periode kedua beliau menang 93% kalau tdk salah, itulah hasil tertinggi pilkada selama masa reformasi. Tdk lama setelah itu beliau menjadi gubernur dki dan 1,5 thn kemudian menjadi presiden RI ke 7.
 

Tentang Jokowi

Oleh: De Fatah
 

Dahulu cerita jalan Tol menghubungkan semua kota di Sumatera dianggap dongeng tapi sekarang menjadi nyata dari Aceh sampai Lampung sedang dalam proses pekerjaan

Dahulu Tol laut diolok-olok oleh gerombolan congor nyinyir tapi sekarang menjadi nyata, Dahulu bagi saudara kita di Papua hanyalah mimpi memiliki jalan Trans Papua, sekarang sudah terwujud 4.325 kilometer jalan trans Papua sudah selesai tersambung, saking gembiranya mereka tidur tiduran dijalan jalan

Ibunda Jokowi : "Tuduhan Komunis Menyakitkan Keluarga"

Ibunda Jokowi saat tasyakuran

Oleh : Alif Kholifah

Sejak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI beberapa tahun lalu hingga saat ini, tuduhan yang diarahkan kepada Presiden Jokowi sebagai komunis masih saja mewarnai media sosial. Akibatnya keluarga memendam rasa sakit yang luar biasa. “Dari Jaman Pilgub terus Pilpres, keluarga kami selalu tak luput dari fitnah yang keji. Ya pak Noto, ya saya, ya anak saya, Jokowi dikatakan keluarga China, keluarga Komunis dan sebagainya. Tuduhan komunis menyakitkan keluarga, menyakitkan bagi saya” ungkap Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Joko Widodo.

Pages