jokowi

Terima Kasih, Jokowi.. Terima Kasih, Firza

 

Bukan hanya harga yang relatif stabil, pasokan barang juga lancar. Kitabbahkan tidak mendengar ada barang yang hilang dari pasar. Jadi, syukurlah, Ramadhan ini kita lewati dengan wajah para emak yang lebih sumringah. Suasana puasa di rumah relatif lebih syahdu.

Yang kedua, tiap Ramadhan kita selalu disibukan dengan isu sweeping para pedagang makanan, tempat hiburan dan sejenisnya . Ramadhan ini terasa lebih adem.

Listrik Naik? Bukan, Subsidi ditarik Pemerintah

Ilustrasi

Papua, Kota pengahasil tambang terbesar tapi minim fasilitas listrik.. Susah masuk listrik, belum ada nya infrastruktur Pembangkit Listrik.. Membangun insfrastruktur listrik gak murah.. Orang ngomong, pake duit APBN gak mungkin, APBN pasti defisit.

Jaman SBY JK, mau Bangun Power Plan 35000 MW (Mega Watt), gak terlaksana.. Cuma bisa bangun 3000 MW, APBN sudah defisit.

Jokowi Itu Ngeriiihh

 
Cara perang pakde memang membingungkan. Terutama bagi orang yang biasa langsung bertarung berhadap-hadapan. Pakde tidak begitu, ia malah mendekati musuhnya lebih dekat dari temannya dan membunuhnya dalam senyap tanpa kelihatan.
Sesudah demo besar 411, kita melihat bagaimana pakde begitu geram. Dengan jaket bomber yang menjadi terkenal, Jokowi seolah mengancam lawan politiknya untuk jangan macam-macam dengannya.

Jokowi sang Koppig, Si Pemberani penerima Tantangan

Tanpa keberanian Jokowi, rasanya OCA akan kesulitan menemukan calon host pengganti Hanoi. Nampaknya Jokowi cukup percaya diri karena ia telah memulai beberapa proyek raksasa di Jakarta pada akhir 2013. Misalnya MRT Lebak Bulus-Bundaran HI (15,5 km) dan beberapa proyek penanggulangan banjir. Di saat Presiden SBY ragu dengan kesiapan Indonesia.

Pak Jokowi, Apakah Kami Sudah Mencuri Perhatianmu?

 

dirinya lagi..

Kami beda suku, agama dan ras, pak. Tapi kami saling mencintai. Karena apapun kami, kami adalah saudara dalam merah putih.

Pak Jokowi, dengarkan suara kami..

Lihat betapa kami ada di belakangmu, ratusan ribu, untuk menngembalikan tatanan negeri ini yang telah rusak oleh oknum yang mengaku, "kamilah pedang keadilan di negeri ini.."

Jokowi dan Kasus Ahok

 

Banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyadarkan orang tentang keadilan, keberagaman dan keberanian. Butuh kreativitas bukan Otot.

Kreativitas membuat orang-orang baik yang selama ini diam berani keluar rumah dan menyuarakan suaranya. Tapi jika otot yang dikedepankan, orang-orang baik akan berdiam diri dirumah dan mengunci rapat-rapat pintu rumahnya. Revolusi bunga, Seribu lilin dan Balon adalah contoh perlawanan dalam wujud kreativitas

Setelah Ahok, Jokowi Target Berikutnya

Meskipun manusia seperti Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rhoma Irama melakukan kampanye atas nama agama. Bahkan tambah bonus fatwa MUI DKI dan kampanye di tempat ibadah. Kegagalan menghambat laju Jokowi-Ahok ini membuat kalangan Islam radikal makin kesetanan – ditambah dengan keterlibatan para koruptor campur tangan dalam gerakan. Gayung bersambut di 2014 ketika Gubernur DKI Jakarta menjadi kontender terdepan sebagai capres.

Amien Rais : Jika Ahok Tidak Dipenjara, Jokowi Akan Dilengserkan

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Energi bangsa ini terkuras dan terbuang sia-sia dalam beberapa bulan ini karena aksi demo berjilid-jilid sebagai cara "perlawanan" dengan dalih BELA AGAMA, padahal di baliknya yang terjadi adalah aksi tidak tunduk dengan HUKUM di Indonesia. Karena cara-cara mereka memaksakan kehendak dengan ancaman dan ceramah di Masjid-masjid demi menguasai negeri ini atas dasar satu agama yaitu Islam versi kelompok mereka yang merasa paling benar.

Pages