Joko Widodo

Pemimpin Pemaaf

ilustrasi

Nggak apa-apa ya, Pak. Maafkan saja. Konon fitnah itu nanti bakal ditukar dengan kemuliaan dan derajat yang tinggi bagi kita. Sudah terbukti ya, Pak? Nggak semua manusia beroleh kesempatan baik diundang masuk ke dalam Al Ka'bah Al Musyarrafah oleh Raja Salman, yang menjadi tempat paling suci dan kiblat umat muslim sedunia. Dan para pembenci serta penghujat itu, entah mereka kelak disisakan apa.

Hari Ini Untuk Indonesia Maju

ilustrasi

Aku bergerak membela dan memperjuangkan sesuatu yang kuyakini benar, tanpa merasa paling benar. Tanpa merendahkan siapapun, tanpa menyerang siapapun, tanpa caci maki, hujatan, kebencian dan semisalnya. Aku mendukung dengan cinta, menyebarkan hal-hal yang baik saja, mengajak orang untuk fokus pada apa yang positif saja—seraya tidak merasa paling hebat, paling baik, apalagi paling suci. Aku bergerak memperjuangkan sebuah pilihan, sambil tak lupa menghargai pilihan orang lain.

Ibadah Jokowi Jadi Fitnah Keji Oleh Mardhani

ilustrasi
Kembali pada soal Mardhani, entah ini fitnah ke berapa kali yang dia lakukan dan ditujukan pada  Presiden. Tweet itu makin menegaskan bahwa PKS yang mengklaim sebagai partai Islam hanyalah pepesan kosong. Membawa agama dan mengaitkannya sebagai ruh perjuangan bagi PKS adalah tipu-tipu. 
 

Kepasrahan Diri Jokowi Dalam Baitullah

Gus Karim sendiri tidak menyangka bahwa dirinya akan diajak menemani Umroh Presiden sebab tidak ada pemberitahuan jauh-jauh hari. Sewaktu acara kampanye di Sriwedari Kota Solo, Gus Karim tidak faham ketika Presiden memberi kode telunjuk ke arah barat. Demi menghormati sang Presiden, pengasuh Pondok Pesantren Al Qur'any Mangkuyudan itu mengangguk meski tak faham maksudnya.

Pilpres 2019, Mundur Atau Maju Indonesia Terletak Di Tanganmu

ilustrasi

Di skala yang kecilan, ini kejadian di DKI. Waktu itu Ahok lagi ngebut kerja kerja kerja, eh, kalah Pilkada gegara JKT58 kemakan janji-janji surga yg diumbar buat orang yang, maaf, ya gitu deh, rada kurkur; dipaketin sama issue gorengan penista agama, masuk lah tuh barang ke Mako Brimob. Jadilah pak Gabener yang sekarang dengan Tim TUGPP (apalah namanya) yg 74 orang itu. Hasilnya? Qlue yang udah jalan dan berasa seperti keajaiban buat warga Jakarta, tau tau ilang.

Pages