Joko Widodo

Papua, Antara Ambisi Sukarno, Kegilaan Suharto dan Rayuan Jokowi

Ilustrasi

Singkat cerita dari perjanjian New York 15 Agustus 1962 akan diadakan penentuan pendapat rakyat papua, tapi sialnya sebelum adanya penentuan pendapat rakyat papua ini presiden Sukarno tumbang duluan karena kejadian 1965 dan akhirnya dia digantikan oleh Suharto. Di tangan Suharto ini penentuan pendapat rakyat papua di lakukan dengan cara manipulasi, ancaman, bahkan intimidasi dan kekerasan.

Pilihlah Orang Kecil

Ilustrasi
Aset sumber daya alam dijuali. Gunung emas di Papua kok dikasih ke Amerika sebagai kompensasi atas bantuannya menggulingkan Sang Founder negeri. Tega ya? Banget. Merupa Rahwana bermuka sepuluh, bisa bermuka lembut ramah manis di muka  rakyat, di sisi lain berdarah dingin membunuh mereka yang tak sepakat apalagi yang berani mengumpat.  Negara ini runtuh di akhir masa jabatannya yang dipaksa demo mahasiswa. Bener-bener ambruk. Inflasi 1998 mencapai 600%. Bayangin nilai dollar dari 2800 jatuh hingga nembus 16800.

Harapan Ada Di Pundakmu Pak Jokowi

Ilustrasi

Kita tidak boleh yakin bahwa pencarian spiritualitas berhenti dengan hadirnya sejumlah kitab suci. Juga, adalah komedi paripurna jika mengira bahwa tafsir atas kita-kitab suci tersebut telah bersifat final. Sebab tak ada yang bersifat final selama fajar masih menyingsing tadi dan esok pagi. Kebaruan selalu niscaya. Saya bahkan berharap pada suatu saat, entah kapan, manusia tidak lagi bergantung kepada perintah-perintah dalam Injil.

Kepada Joko Widodo

PSI bersama Anda bersumpah untuk tidak pernah lagi membiarkan penutupan rumah ibadah. Sekaligus dengan itu mereka, dan Anda, diminta untuk mencegah penyalahgunaan keuangan dalam segala bentuk. Grace bahkan menggunakan istilah “tidak satu rupiah pun”, “tidak sepeser pun”.

Tekad itu menjadi harapan serta cita-cita saya bersama jutaan rakyat Indonesia. Namun, ijinkan saya berharap lebih.

Politik Genderuwo Bikin Oposisi Baper

Ilustrasi

Kini saat muncul istilah 'Politik Genderuwo' pun langsung heboh. Padahal itu ditujukan kepada siapapun tanpa kecuali bahwa politisi yang kerap mengumbar pesimisme dan menakuti-nakuti rakyat, terlebih tak didukang data yang valid, serta tak sesuai realita, maka ia memang layak disebut menerapkan politik genderuwo.

Jokowi Tak Pernah Minta Dipuji

Ilustrasi

Anda katakan Jokowi harus mau dikritisi sebagai pejabat publik. Itu benar karena Jokowi sendiri memintanya agar bisa digunakan sebagai fungsi kontrol. Tapi tentu saja 'Kritik Konstruktif" yang bersifat membangun dengan dasar atas niat baik, yakni menyampaikan apa yang kurang atau salahnya, lalu akibatnya, serta alternatif pemecahannya.

Pages