Jogja

Ketakutan

ilustrasi

Perlawanan ini akan membuat kubu 02 makin ditelanjangi aneka kebohongan dan provokasi mereka selama ini. Disaat bersamaan Jokowi akan semakin melenggang menggemakan aneka program tanpa nyinyiran. Disaat masa kampanye terbuka yang sangat menentukan.

Kubu 02 bakal tidak berkutik menyaksikan gelombang pembersihan hoax sedemikian masifnya hingga hanya kebenaran yang terpampang jelas.

Cadar, Antara UIN dan UGM

Ilustrasi

Kalau di UIN? Anda wajib berjilbab. Itu pun belum cukup. Seperti beli jilbab di Bringharjo, penjual saja nanya "yang syar'i" atau "nggak". Banyak dosen UIN menolak ngajar mahasiswa yang jilbabnya tidak syar'i. Di post saya, banyak tuh yang belum pernah kuliah di UIN tapi nyinyir begini, "yang pakai cadar dilarang, yang seksi-seksi dibiarin." Ah, lambe turah.

Pembacok Romo Gereja Badog, Benci Kaum Kafir

Ilustrasi

Siang tadi, setelah dari Gereja itu, Buya menjenguk pelaku di RS. Bhayangkara (dalam foto). Setengah jam lebih Buya berdialog. Head to head. Beberapa hal yang bisa saya ceritakan ulang di sini antara lain bahwa pelaku masih sangat muda, 23 tahun, kelahiran 16 Maret 1995. Pernah kuliah 2 semester dan mondok 3 tahunan di Jawa Tengah. Ia baru tinggal di area situ 5 harian. Pedang ia dapatkan dengan menjual Hpnya kemarin. Motifnya? Ia mengaku benci orang kafir. Dipenggalnya patung-patung itu agar tidak disembah.

Sultan Tak Diajak Foto Saat Apel Banser dan Kokam di Prambanan Bareng Presiden?

Ilustrasi

Dimintai konfirmasi mengenai sorotan sebagian netizen ini, Dahnil angkat bicara. Dia menjelaskan situasi saat foto bersama yang diatur sedemikian rupa oleh Paspampres. Menurut Dahnil, sebetulnya pada saat itu ada Panglima TNI Laksamana Hadi Tjahjanto, Seskab Pramono Anung, dan pejabat lain:

Berikut penjelasan lengkap Dahnil, Senin (18/12) hari ini:

Pages