jilbab

Budaya Jilbab dan Hak Asasi Wanita

ilustrasi

Jilbab tidak hanya dipakai oleh orang Islam, selain Islam-pun boleh memakainya bila mereka di daerah gurun pasir seperti itu. Dan terkadang karena sudah merupakan pakaian sehari-hari, yang menjadi kebiasaan turun-temurun, maka jilbab menjadi suatu budaya (culture)

Jilbab-pun sebenarnya tidak hanya untuk wanita, sebab laki2 dinegara gurun-pun memakainya.

Tak Ada Hubungan Antara Hijab dan Hidayah

 

Sehebat apapun para ulama perempuan di pesantren-pesantren dulu (nggak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan para ustadah kaleng rombeng jaman now), mereka berkerudung saja (dan berjarik) dan tak pernah ngomongin hijab syar'i, jilbab syar'i, cadar syar'i, dan tetek-bengek lainnya, apalagi sambil mengolok-olok perempuan yang tak berkerudung. Fenomena begonoan hanya ada di Endonesah kontemporer sajah.

***

Islamisasi Bukan Arabisasi

ilustrasi

Jadi, sudah sepantasnya lah para aktifis dakwah meniru metode dakwah para Walisanga dengan kearifan lokalnya, bukan memaksakan hal - hal yang berbau arab yang belum tentu Islami.

INGAT !!!!! yang kita butuhkan itu ISLAMISASI, bukan ARABISASI. Yang kita ikuti itu ISLAMNYA MUHAMMAD SAW, dan BUKAN ISLAM NYA ( orang ) ARAB.
ARABI DAN ISLAMI sangat berbeda.

Perbedaan Umat Islam di Indonesia dan Arab

 

Nah kalau di Indonesia saya melihat ada kecenderungan umat Islam (meskipun tidak semuanya) kalau sudah memakai gamis merasa paling nyunah, paling saleh, paling alim, paling dekat dengan Tuhan, dan paling layak masuk syurgah. Bukan hanya itu saja, mereka juga mengaggap umat Islam yang belum bergamis dianggap belum nyunah, belum Islami dan seterusnya.

Efek Domino Hijab

 

Kalau pemandangan yang masih terlihat adalah, para putri selepas bel sekolah langsung lepas hijab, di dalam atau di luar lingkungan sekolah hijabnya tidak mencegahnya dari kenakalan remaja, dan hijabnya tidak dikenakan untuk melindungi diri dari fitnah non-mahram, i.e. sudah berhijab tapi masih pacaran, melakukan skinship hingga hubungan seksual... 
artinya mak emak belum mengerjakan PR nya...

Jilbab dan Ilmu Agama yang Baru Setengah

 

"Kalau kamu menganggap bahwa hukum memakai jilbab bagi wanita dewasa itu mutlak wajib, berarti ilmumu baru setengah"

"Setengah piye?" Sergahnya

"Ya karen soal jilbab itu adalah soal khilafiah atau perbedaan pendapat. Kalian ini kan hanya mengikuti pendapat ulama. Nah ulama berbeda pendapat. Jika kamu hanya tau pendapat yg mewajibkan berarti ilmumu cuma setengah. Aku tau yg mewajibkan dan tau pula ada yg tdk mewajibkan"

Sudahkan Kita Berhijrah Hari Ini?

 

*Apa sih, hijrah itu?*
Hijrah berarti berpindah. Dalam istilah saat ini, berhijrah berarti seseorang telah berpindah menjadi lebih baik secara terus menerus.

Seperti misalnya, ada seorang copet yang selalu beraksi jahat di pasar. Namun sejak saat dia menyadari bahwa perbuatan jahatnya itu salah dan tidak baik, ia memutuskan berhijrah untuk tidak lagi melakukan aksi copetnya. Alhasil, dia memilih untuk berjualan gorengan dibanding menjadi copet dipasar.

Menelusuri Trend Jilbab di Indonesia

Anak Kandung Revolusi

Hingga 1970-an, jilbab –pakaian muslimah yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan– belum populer di Indonesia. Kebanyakan perempuan mengenakan kerudung, kain tipis panjang penutup kepala yang disampirkan ke pundak, dengan leher masih terlihat. Selain Ibu Negara Fatmawati, istri-istri ulama mengenakan kerudung.

Pages